Ulama Turki Ungkap Bahaya Memendam Permusuhan

- Minggu, 8 Mei 2022 | 09:18 WIB
ilustrasi (internet)
ilustrasi (internet)

Allah SWT berfirman: وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۚ

"Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain." (QS.Al-An'am [6] :164)

Ulama asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi mengatakan, ayat tersebut menjelaskan tentang keadilan mutlak (al-‘Adalah al-Mahdhah), yaitu tidak boleh menghukum seseorang atas kesalahan orang lain.

"Ayat Alqur’an di atas dan berbagai sumber ajaran Islam lainnya menegaskan bahwa memendam permusuhan dan kebencian terhadap orang mukmin adalah kezaliman yang besar," kata Nursi dikutip dari karyanya yang berjudul “Misteri Puasa, Hemat, dan Syukur” terbitan Risalah Nur Press.

Baca Juga: Rilekskan Badan Usai Piknik Lebaran, Coba Pijat Pakai Minyak Ini

Sebab, lanjut Nursi, permusuhan seperti mencela semua sifat-sifat baik akibat satu kesalahannya. Ia menjadi sebuah kezaliman yang lebih besar lagi jika permusuhan tersebut meluas terhadap keluarga dan kerabatnya.

"Apakah setelah mendengar penjelasan tentang kezaliman di atas, engkau masih mempunyai alasan untuk memusuhi saudaramu seiman dan menganggap dirimu benar?" ungkapnya.

Nursi mengatakan, harus diketahui bahwa dalam pandangan hakikat, kejahatan-kejahatan yang menjadi sebab timbulnya permusuhan dan kebencian bersifat padat, seperti tanah dan kejahatan itu sendiri.

Baca Juga: Mobil Pemudik Masuk Jalan Buntu dan Tersesat di Kawasan Ngarai Sianok, Ini Penyebabnya

Menurut dia, sifat benda padat tidak berpindah dan tidak memantul pada yang lain, kecuali kejahatan yang ditiru seseorang dari orang lain. Sedangkan kebaikan yang menjadi sebab timbulnya rasa cinta bersifat halus, seperti cahaya dan cinta itu sendiri.

Nursi menambahkan, sifat cahaya dapat berpindah dan memantul pada yang lain. Dari sinilah terlahir suatu pepatah, “Sahabat dari seorang sahabat juga merupakan sahabat.” Sebagaimana banyak orang sering mendengung-dengungkan, “Karena kebaikan satu orang, seribu orang dimuliakan.”

"Wahai orang yang tidak adil! Jika engkau mendambakan kebenaran, itulah hakikat yang sebenarnya. Karena itu, permusuhan dan kedengkianmu terhadap keluarga dan kerabat yang dicintai orang yang engkau benci sangat bertentangan dengan kebenaran," jelas Nursi. *

(sumber: republika.co.id)

 

 

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berikut Keutamaan Bertobat yang Perlu Diketahui

Minggu, 3 Juli 2022 | 17:26 WIB

Utama dan Pentingnya Ibadah Qurban

Jumat, 1 Juli 2022 | 18:05 WIB

AlQur'an, Nikmat Paling Besar Bagi Manusia

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:15 WIB

Melangitkan Syukur dengan Berqurban

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:01 WIB

Imam Al-Ghazali Jelaskan Adab Sebelum Tidur

Minggu, 26 Juni 2022 | 07:19 WIB

Siapa Jamaah yang Bisa Dibadalhajikan?

Sabtu, 25 Juni 2022 | 20:53 WIB

Haji Mendekati Allah SWT

Minggu, 19 Juni 2022 | 07:27 WIB

Visi Tranformatif Ibadah Haji Pasca Pandemi

Jumat, 10 Juni 2022 | 18:02 WIB

Kesempatan untuk Bertobat

Selasa, 31 Mei 2022 | 08:45 WIB

Jubah Integritas

Minggu, 29 Mei 2022 | 18:18 WIB

Ulama Turki Ungkap Bahaya Memendam Permusuhan

Minggu, 8 Mei 2022 | 09:18 WIB
X