Visi Tranformatif Ibadah Haji Pasca Pandemi

- Jumat, 10 Juni 2022 | 18:02 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

Umpamanya saja masih ada sebagaian umat Islam yang meyakini paranormal dalam menentukan takdir (nasib) dan ketentuan Allah SWT.

Kita masih menyaksikan sebagian umat Islam yang keliru dalam memahami tauhid sehingga tersesat kelembah syirik dan bahkan murtad seperti kasus Saifuddin Ibrahim seorang kyai di Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Sawangan Bogosuh dan banyak kasus lainnya.

Ibadah haji sangat menolak etika pribadi yang bertentangan dengan nilai tauhid dan spiritualitas keimanan dan keislaman apalagi sampai menyesatkan aqidah dan tauhid.

Ibadah haji menuntut pemenuhan tuntutan-tuntutan etika peribadi sebagai langkah tuntutan etika sosial. Ia menghendaki etika ( akhlaq ) individu dan akhlaq sosial harus beriring , jika tidak maka haji hanya akan menjadi perjalanan fisik biologis semata. Sebab itu ibadah haji tidak hanya bersifat ritual seremonial tetapi memiliki makna spiritual transcendental yang mendekatkan diri lebih dekat dengan Allah SWT.

Kedua: Tranformasi kesalehan dan kesadaran social. Visi Ibadah Haji yang dilaksanakan tahun ini ( 1443 H/ 2022M ) harus memiliki tranformasi kesalehan dan kesadaran social. Haji merupakan paradigma pembebasan individu dan masyarakat untuk memperkuat tanggung jawab sosial berdasar prinsip ketuhanan dan kemanusiaan.

Sebab itu dalam ritual ibadah haji, setiap jamaah haji yang melanggar hukum haji diwajibkan membayar dam ( memotong hewan qurban ) sebagai bentuk kebersamaan dalam menikmati nikmat Allah ( rezeki ) berupa harta benda yang dimiliki. Jika selama ini hanya memilki paradiqma menuntut kepatuhan dan kesadaran individual maka nilai sejati Ibadah haji lebih dari itu yaity sebagaimana yang kita sebutkan.

Kesadaran sosial merupakan wujud kongkrit kuatnya modal social dengan komponen utamanya berupa saling percaya ( truch ) dan silaturahmi ( network ) yang berujung pada terciptanya high society, seperti yang diungkapkan oleh Fukuyama bahwa kesadaran social hanya dapat terbangun dari jiwa bersih , baik hati, pikiran positif dan semangat iman yang kuat. Kesalehan dan kesadaran sosial (social piety / social awareness) tidak dapat terpisah satu sama lain, ia merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali orang lain atau kesadaran untuk menumbuhkan kepedulian yang kemudian dapat menunjukkan kemampuan untuk berempati terhadap orang lain.

Kesadaran sosial yang dimaksud juga terkait dengan kesadaran akan masalah-masalah atau kesulitan yang dihadapi masyarakat. seseorang yang memikili kemampuan empati lebih mampu mengungkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa yang dibutuhkan orang lain sehingga ia lebih peka dan mampu menerima sudut pandang orang lain, peka terhadap prasaan orang lain dan lebih mampu untuk mendengarkan pendapat atau pembicaraan orang lain, ( Utami, Noviyanti, Putra, & Prasetyawan, 2018)

Kesadaran sosial juga dapat menumbuhkan suatu ketertiban di masyarakat serta menjadikan kehidupan menjadi lebih harmonis dan selaras. Dengan dasar itu nilai social dan norma agama akan berwujud sebagai pedoman di masyarakat. Disamping itu kesadaran sosial merupakan kesadaran secara penuh dalam diri seseorang terhadap hak dan kewajibannya sebagai bagian dari masyarakat.

Dengan demikian kesadaran sosial yang terbangun melalui ibadah haji melahirkan keterampilan sosial yang religius dalam wujud hubungan sosial yang serasi dan seimbang, dapat menyesuaikan dengan perkembangan sosial yang terjadi serta memiliki kemampuan memecahkan masalah sosial agama yang dihadapi serta mampu mengembangkan aspirasi dan menampilkan diri dengan ciri saling menghargai, mandiri, mengetahui tujuan hidup, disiplin dan mampu membuat keputusan yang bijak dalam kehidupannya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Tahu Ciri-Ciri Orang Munafik?

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:32 WIB

Nabi Muhammad Bersemangat untuk Puasa Asyura

Senin, 8 Agustus 2022 | 09:17 WIB

Melatih Memaafkan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 08:00 WIB

Menumbuhkan Percaya Diri ala Rasulullah SAW

Selasa, 2 Agustus 2022 | 19:25 WIB

Pintu Tobat Selalu Terbuka

Selasa, 2 Agustus 2022 | 06:20 WIB

Baru Islam 1 Muharram 144 H, Berikut Doanya

Jumat, 29 Juli 2022 | 09:44 WIB

Catat Ya, Bercanda juga Ada Adab dan Batasannya

Senin, 25 Juli 2022 | 09:27 WIB

Sepulang dari Tanah Suci

Minggu, 24 Juli 2022 | 08:01 WIB

Orang yang Menikah Mendapat Jaminan dari Allah SWT

Minggu, 24 Juli 2022 | 07:46 WIB

Bisakah Mendahulukan Makan Dibanding Shalat?

Minggu, 17 Juli 2022 | 15:03 WIB

Mustajabnya Doa Orang Tua untuk Anak-anaknya

Senin, 11 Juli 2022 | 12:43 WIB
X