Melangitkan Syukur dengan Berqurban

- Minggu, 26 Juni 2022 | 12:01 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

Oleh: H. Muhammad Nasir. S.Ag.MH, Kakan Kemenag Lingga

“Sesungguhnya kami telah memberi-Mu (wahai Muhammad) nikmat yang banyak. Maka sholatlah karena Tuhanmu dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu adalah orang yang terputus (dari rahmat Allah).”( Qs.An-Nahr : 1-3 ).

Syariat qurban telah dimulai sejak masa kehidupan Habil dan Qabil putera Nabi Adam AS. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam QS Al-Maidah ayat : 27 yang artinya: Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguh nya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa”. ( Qs.Al-Maidah : 27 ).

Berqurban merupakan bentuk ketundukan dan kepatuhan kepada Allah SWT selain itu juga memiliki makna kerelaan memberikan apapun atau berapapun yang dimiliki bahkan hal yang sangat dicintaipun dikorbankan demi mendapatkan keridhoan Allah SWT.

Maka berqurban adalah bentuk representasi jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya sebagai rasa syukur atas nikmat yang diberikan, sebab hakekat dari kekayaan hanyalah sekedar titipan Allah SWT.

Dalam ibadah qurban terkandung manfaat dan nilai mulia bagi pelakunya yaitu menghilangkan sifat tercela dan karakter buruk yang ada dalam diri seseorang, seperti sifat tamak, serakah, rakus, dan ingin menang sendiri.

Ketika hilang semua sifat buruk tersebut muncul kepedulian sosial kepada sesama.

Ibadah qurban sering diistilahkan dengan udhiyah atau dhadiyyah yang secara harfiah berarti hewan sembelihan yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 ( hari tasyrik ) atau bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Disyariatkannya qurban sebagai simbol pengorbanan hamba kepada Allah SWT, bentuk ketaatan kepada-Nya dan rasa syukur atas nikmat kehidupan yang diberikan kepada hamba-Nya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Membantu Orang Zalim

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:31 WIB

Mau Tahu Ciri-Ciri Orang Munafik?

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:32 WIB

Nabi Muhammad Bersemangat untuk Puasa Asyura

Senin, 8 Agustus 2022 | 09:17 WIB

Melatih Memaafkan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 08:00 WIB

Menumbuhkan Percaya Diri ala Rasulullah SAW

Selasa, 2 Agustus 2022 | 19:25 WIB

Pintu Tobat Selalu Terbuka

Selasa, 2 Agustus 2022 | 06:20 WIB

Baru Islam 1 Muharram 144 H, Berikut Doanya

Jumat, 29 Juli 2022 | 09:44 WIB

Catat Ya, Bercanda juga Ada Adab dan Batasannya

Senin, 25 Juli 2022 | 09:27 WIB

Sepulang dari Tanah Suci

Minggu, 24 Juli 2022 | 08:01 WIB

Orang yang Menikah Mendapat Jaminan dari Allah SWT

Minggu, 24 Juli 2022 | 07:46 WIB

Bisakah Mendahulukan Makan Dibanding Shalat?

Minggu, 17 Juli 2022 | 15:03 WIB

Mustajabnya Doa Orang Tua untuk Anak-anaknya

Senin, 11 Juli 2022 | 12:43 WIB
X