AlQur'an Kitab Dinamis, Refleksi MTQ IX di Tarempa Kepri

- Minggu, 17 Juli 2022 | 09:12 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

Oleh: H. Muhammad Nasir. S.Ag.MH, Kakan Kemenag Kabupaten Lingga

Al-Quran adalah kitab suci yang luar biasa. Ia memiliki daya tarik tersendiri dan menyimpan makna-makna yang tersembunyi dan yang nyata.

Ketika Al-Quran pertama kali dibacakan oleh malaikat Jibril A , di hadapan Nabi Muhammad SAW, sejak itu makna nyata Al-Quran mulai tersingkap sedikit demi sedikit dan bertahap.

Penyingkapan makna dengan tahapan tersebut menyesuaikan dengan Fitrah manusia sebagai makhluk yang memiliki keterbatasan. Itulah kapasitas manusia, hanya bisa memahami makna kalam suci Ilahi dengan bertahap dan sedikit pula.

Kehidupan manusia bergerak dinamis, Al-Quran selalu hidup memberikan petunjuk yang tak pernah putus sesuai dengan dinamisasi kehidupan tersebut. Mulai dari masyarakat yang belum mengenal peradaban sampai kepada masyarakat berperadaban tinggi, Al-Quran selalu hadir memberi makna kehidupan.

Ketika Al-quran dibaca ditengah masyarakat jahiliyah, makna kebenaran tauhid terungkap dan masuk dalam relung bathin masyarakat ketika itu sehingga masyarakat memgerti bahwa kehidupan membutuhkan Sang Pencipta untuk di sembah.

Ketika Al-Quran dibaca dalam masyarakat maju seperti saat ini maka masyarakat modern mengerti bahwa kehidupan membutuhkan sandaran hidup agar kehidupan tidak terombang ambing oleh buaian tehnologi maju dan modernisasi.

Al-Quran adalah kitab dinamis. Ia memandu manusia selalu bergerak menuju kesempurnaan tujuan kehidupan. Kapan dan dimana saja manusia berada selalu membutuhkan petunjuk Al-Quran, sebab kehidupan tanpa tujuan akan sia-sia. Allah swt senantiasa menganjurkan manusia selalu membaca Al-Quran.
Agar Al-Quran dapat menjadi petunjuk nyata bagi manusia sampai tersingkap makna-makna tersembunyi di dalamnya. Sebab itulah membaca Al-Quran tidak hanya difahami hanya sekedar melantunkan suara dan seni yang indah dengan lagu yang mempesona.

Tetapi membaca harus dipahami sebagai tindakan memaknai kehidupan dalam arti bahwa membaca Al-Quran adalah membaca kehidupan. Allah swt telah menciptakan kehidupan ini sesuai dengan petunjuk Al-Quran. Untuk itu jika kita ingin mengerti dengan kehidupan, maka kita harus mengerti membaca Al-Quran, karena membaca Al-Quran berarti membaca kehidupan.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menghindari Maksiat Hati

Rabu, 28 September 2022 | 07:29 WIB

Mengapa Allah SWT Melapangkan dan Menyempitkan Rezeki?

Kamis, 22 September 2022 | 08:49 WIB

Perbaharui Perahumu

Rabu, 21 September 2022 | 08:42 WIB

Dua Pesan Imam Nawawi Bagi Mereka yang Mempelajari Ilmu

Minggu, 18 September 2022 | 10:50 WIB

Memelihara Tradisi Ilmiah

Sabtu, 17 September 2022 | 09:13 WIB

Sahkah Berwudhu Menggunakan Botol Spray?

Kamis, 15 September 2022 | 06:53 WIB

Sakaratul Maut

Rabu, 14 September 2022 | 13:39 WIB

Negeri Akhirat untuk yang tidak Menyombongkan Diri

Rabu, 14 September 2022 | 09:33 WIB

Tenang dengan Sholat

Jumat, 9 September 2022 | 09:05 WIB

Sabar dan Doa Kunci Keluar dari Kesulitan Hidup

Jumat, 26 Agustus 2022 | 13:50 WIB

Mengakui Kesalahan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:21 WIB

Membantu Orang Zalim

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:31 WIB
X