AlQur'an Kitab Dinamis, Refleksi MTQ IX di Tarempa Kepri

- Minggu, 17 Juli 2022 | 09:12 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

Begitulah Al-Quran memberi petunjuk dan makna bagi keyakinan manusia. Disamping itu Al-Qur`an sebagai kitab petunjuk bagi umat semesta, telah menyatakan dirinya sebagai kitab yang tidak akan pernah tertandingi keagungan dan keistimewaannya walaupun dibuat tandingannya oleh seluruh golongan jin dan manusia. Sebagaimana firman Allah: Artinya “Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain" (QS.al-Isrâ` [17] : 88).

Sebagai kitab yang dinamis, Al-Quran memiliki makna yang tak bertepi jika di dalami dengan fikiran yang suci dan dengan hati yang bening. Al-Quran memberikan banyak makna dan hikmah kepada manusia sesuai dengan tempat dan situasi dimana manusia itu berada. Al-Quran adalah lautan hikmah tak pernah kering.

Itulah bahasa hikmah yang disampaikan oleh Prof. Dr.K.H. Said Agil Husin Al-Munawwar MA, dalam khutbahnya di Masjid Agung Baitul Makmur Anambas di Kepulauan Anambas Kepri. Beliau juga mengungkapkan bahwa membaca al-Qur’an merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah dan rasulnya.
Setiap orang Islam wajib senantiasa membaca Al-Quran agar hidup memiliki makna dan tujuan yang jelas. Membaca Al-Quran menunjukan salah satu bukti cinta kita dengan kalam Ilahi. Pahala pembacaan al-Qur’an bagi setiap satu huruf yang dibaca diberikan satu ganjaran kebaikan.

Tak dapat dipungkiri setiap hari , kitab suci ini dibaca oleh milyaran manusia di bumi baik dalam shalat maupun di luar shalat. Tidak ada satupun kitab atau buku mampu menyamai Al-Quran yang dicetak milyaran exemplar dan tersebar ke berbagai penjuru dunia, dikaji dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, serta dihapal oleh jutaan manusia.

Fenomena yang luar biasa ini menjadi bukti nyata betapa Al-Quran sangat istimewa. Ada dua hal sangat penting keistimewaan Al-Quran ketika dibaca oleh manusia, pertama : Istimewa pada aspek sastra Al-Quran, kedua; Istimewa pada aspek makna ayat-ayat Al-Quran yang memiliki dimensi tekstual dan kontekstual.

Pertama, pada asfek sastra, Al-Quran memiliki keindahan luar biasa. Menurut Panuti Sudjiman ( 2018 ) ; Sastra Al-Quran menunjukan bahwa Al-Quran jika dibaca dengan lisan atau diterjemahkan dalam tulisan mengandung berbagai keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapannya. Sebab itu sastra Al-Quran merupakan ungkapan lisan dan tulisan yang terkandung di dalamnya kekhususan, keistimewaan, keindahan yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia baik konkrit maupun abstrak. Karena sastra tidak hanya bicara kehidupan nyata namun juga kehidupan yang tidak nyata, karenanya sastra bersifat imajinatif.

Karena sastra bersifat imajinatif maka ketika Al-Quran dibaca di tengah keliling bukit ( di Kepulauan Anambas ) yang berhamparan laut biru yang indah, terbersit panorama kehidupan yang anggun menyejukkan, akan menambah keyakinan bahwa tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan sebagaimana ditegaskan dalam Quran Surat : Ali Imran ; 191 : Yang Artinya : Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ( QS. Ali Imran 191 ).

Kata indah mengandung arti bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Lingkup keindahan bagi manusia sangatlah luas, seluas keanekaragaman manusia itu sendiri dan sesuai dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya manusia melengkapi keindahan hudupnya. Karena sedemikian luasnya keindahan itu, dapat dikatakan bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan. Di mana pun, kapan pun, dan siapapun berhak menikmati dan membutuhkan keindahan.

Membaca Al-Quran dalam persfektif sastra, memiliki imajinasi yang erat kaitannya dengan seni. Dalam hal ini sering disebut dengan seni membaca Al-Quran. Dalam persfektif ini keindahan identik dengan kebenaran. Artinya keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya memiliki nilai yang sama, yaitu abadi, dan memiliki daya tarik yang selalu menyenangkan. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Namun jangan lupa bahwa kebenaran di sini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran dalam konsep seni karena seni pada hakikatnya berupaya untuk memberikan makna sepenuh dan seluas-luasnya mengenai objek yang diungkapkan. Keindahan juga pada hakikatnya bersifat universal, artinya tidak terikat oleh waktu dan tempat, selera perseorangan, selera mode, dan kedaerahan atau lokal.

Memang sulit bagi kita untuk menyatakan apa keindahan itu. Namun para seniman sepakat bahwa keindahan adalah suatu yang abstrak. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud. Dengan kata lain, keindahan itu baru dapat dinikmati ketika dihubungkan dengan suatu bentuk. Melalui bentuk itu, keindahan dapat berkomunikasi.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kala Bencana Jadi Peringatan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:46 WIB

Bacalah AlQur'an, Dapatkan Lima Keistimewaan

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:28 WIB

Bagaimana Cara Agar Dosa Diampuni?

Rabu, 30 November 2022 | 11:26 WIB

Selamatkan Diri dengan Kejujuran

Minggu, 27 November 2022 | 09:42 WIB

Pentingkah Pendidikan Pranikah?

Jumat, 25 November 2022 | 09:50 WIB

Peran Sosok Ayah dalam Keluarga

Sabtu, 19 November 2022 | 09:32 WIB

Ingin Selalu Khusyuk dalam Sholat?

Jumat, 18 November 2022 | 10:55 WIB

Hiding Lies

Kamis, 17 November 2022 | 11:16 WIB

Adab Utang-Piutang dalam Islam

Kamis, 17 November 2022 | 08:39 WIB

Cahaya Allah SWT Datang Kapan Saja

Rabu, 16 November 2022 | 08:36 WIB

Utsman bin Affan Dalam Fitnah Kubro

Kamis, 10 November 2022 | 11:22 WIB

ID Card Sufistik

Sabtu, 5 November 2022 | 17:06 WIB

Doa Memohon Kesembuhan dari Sakit

Kamis, 27 Oktober 2022 | 13:11 WIB

Meminta Doa dari Orang Alim, Bolehkah?

Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:28 WIB

Pahami Adab Dasar Saat Membaca AlQur'an

Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:54 WIB
X