Keberadaan Anak-Anak di Masjid Kerap Picu Dilema, Bagaimana Sikap Kita?

- Rabu, 27 Juli 2022 | 09:12 WIB
ilustrasi (internet)
ilustrasi (internet)

Keberadaan anak-anak saat shalat berjamaah di masjid kerap menjadi dilema. Ada saja tingkah mereka, seperti, merengek, menangis, bermain, dan lain sebagaimnya. Bagaimana umat islam menyikapi situasi ini?

"Mungkin akibat terjatuh, atau merasa haus, atau kepanasan, atau takut melihat kerumunan, atau karena faktor lainnya. Saat itulah imam sholat tertuntut untuk bersikap bijaksana," kata Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi'i Jember, Ustadz Abdullah Zaen Lc,MA dilansir Republika.co.id, Rabu (27/7/2022).

Ustadz Zaen mengutip sebuah hadits Rasulullah SAW sebagai berikut:

إِنِّي لَأَدْخُلُ فِي الصَّلَاةِ وَأَنَا ‌أُرِيدُ ‌إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلَاتِي مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ

“Sungguh saat memulai sholat, aku ingin memperpanjang bacaan shalatku. Namun karena mendengar tangisan bayi, maka akupun mempersingkat shalotku. Sebab aku tahu betapa gelisahnya perasaan si ibu saat mendengar tangisan anaknya”. (HR Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu).

"Ini menunjukkan perpaduan apik antara menaati peraturan agama dan mengakomodir perasaan manusiawi. Aturan agama tidak dilanggar. Buktinya sholat tetap dilanjutkan. Sebab tangisan biasa anak kecil bukanlah hal darurat yang mengharuskan dibatalkannya sholat. Namun di waktu yang sama, perasaan resah ibu si anak juga dihargai. Dengan cara bacaan dan ritme gerakan sholat dipersingkat, tanpa merusak ketumakninahan sholat. Alangkah indahnya ajaran Islam," papar Ustadz.

Di samping itu, saat membawa anak kecil ke masjid, ada dua kubu ekstrem yang bertolak belakang. Ustadz Abdullah mengatakan yaitu kubu pertama, melarang sama sekali. Kubu kedua, membebaskan sebebas-bebasnya.

"Yang benar adalah sikap pertengahan di antara dua kubu tersebut. Yaitu boleh mengajak anak kecil, asalkan bisa dikondisikan, dan orang tua harus bertanggungjawab, sehingga tidak mengakibatkan kegaduhan di masjid," kata Ustadz Abdullah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah membawa anak kecil ke masjid. Syaddad radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Di suatu sholat Isya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang sambil membawa Hasan atau Husain.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kala Bencana Jadi Peringatan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:46 WIB

Bacalah AlQur'an, Dapatkan Lima Keistimewaan

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:28 WIB

Bagaimana Cara Agar Dosa Diampuni?

Rabu, 30 November 2022 | 11:26 WIB

Selamatkan Diri dengan Kejujuran

Minggu, 27 November 2022 | 09:42 WIB

Pentingkah Pendidikan Pranikah?

Jumat, 25 November 2022 | 09:50 WIB

Peran Sosok Ayah dalam Keluarga

Sabtu, 19 November 2022 | 09:32 WIB

Ingin Selalu Khusyuk dalam Sholat?

Jumat, 18 November 2022 | 10:55 WIB

Hiding Lies

Kamis, 17 November 2022 | 11:16 WIB

Adab Utang-Piutang dalam Islam

Kamis, 17 November 2022 | 08:39 WIB

Cahaya Allah SWT Datang Kapan Saja

Rabu, 16 November 2022 | 08:36 WIB

Utsman bin Affan Dalam Fitnah Kubro

Kamis, 10 November 2022 | 11:22 WIB

ID Card Sufistik

Sabtu, 5 November 2022 | 17:06 WIB

Doa Memohon Kesembuhan dari Sakit

Kamis, 27 Oktober 2022 | 13:11 WIB

Meminta Doa dari Orang Alim, Bolehkah?

Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:28 WIB

Pahami Adab Dasar Saat Membaca AlQur'an

Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:54 WIB
X