Melatih Memaafkan

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 08:00 WIB
ilustrasi (internet)
ilustrasi (internet)

Oleh: Ahmad Agus Fitriawan

Meminta maaf itu mudah, tetapi tak semua orang bisa memaafkan karena memaafkan bukan perkara mudah. Tapi ingat, jika kita sulit memaafkan, akan banyak dendam di hati kita, terlebih kita akan sulit melupakan kesalahan orang lain terhadap apa yang diperbuatnya kepada kita.

Lihatlah sosok teladan Nabi Muhammad SAW, pernah difitnah gila karena menceritakan sesuatu yang belum bisa dicerna oleh akal kaum musyrik saat itu, dicekik ketika beribadah di sekitar Ka’bah, dilempar batu hingga berdarah kala hijrah ke Thaif, sampai secara diam-diam dibuntuti musuh perjalanannya untuk bisa dipenggal kepalanya dari belakang. Semua perbuatan zalim tersebut dibalas Nabi SAW dengan senyuman tulus dan memaafkan.

Tidak banyak manusia memiliki sifat memaafkan, tetapi bagi seorang mukmin yang mencintai Rasul SAW hendaknya memilikinya sifat ini. Memaafkan merupakan perangai baik, yang mencerminkan beningnya hati dan lapangnya dada. Namun, memang butuh pembelajaran dan latihan sedini mungkin.

Pertama, meyakini bahwa perbuatan orang kepada kita adalah takdir Allah SWT untuk kita. Allah-lah yang menciptakan perbuatan para hamba (QS 37: 96). Sebagai hamba-Nya, kita menerima dan beriman kepada takdir yang Allah tetapkan.

Kedua, ingatlah bahwa kita banyak melakukan perbuatan dosa. Musibah ini terjadi juga karena disebabkan dosa-dosa kita. Allah SWT menjadikan orang-orang berbuat aniaya kepada kita karena perbuatan dosa yang kita lakukan (QS 42: 30).

Ketiga, tanamkan kesadaran bahwa bersabar dan memaafkan mendatangkan pahala yang sangat besar (QS 39: 10, 42: 40).

Keempat, tanamkan keyakinan bahwa balasan itu tergantung bentuk perbuatannya (QS 99: 7-8, 31: 16). Ketika kita mudah memaafkan orang lain, mudah-mudahan Allah pun akan mudah memaafkan segala kesalahan kita. Inilah buah dari prinsip balasan itu tergantung jenis atau bentuk amalan yang dilakukan.

Kelima, tidak membalas perbuatan aniaya orang lain kepada kita, karena itu sunah Rasul SAW.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamatkan Diri dengan Kejujuran

Minggu, 27 November 2022 | 09:42 WIB

Pentingkah Pendidikan Pranikah?

Jumat, 25 November 2022 | 09:50 WIB

Peran Sosok Ayah dalam Keluarga

Sabtu, 19 November 2022 | 09:32 WIB

Ingin Selalu Khusyuk dalam Sholat?

Jumat, 18 November 2022 | 10:55 WIB

Hiding Lies

Kamis, 17 November 2022 | 11:16 WIB

Adab Utang-Piutang dalam Islam

Kamis, 17 November 2022 | 08:39 WIB

Cahaya Allah SWT Datang Kapan Saja

Rabu, 16 November 2022 | 08:36 WIB

Utsman bin Affan Dalam Fitnah Kubro

Kamis, 10 November 2022 | 11:22 WIB

ID Card Sufistik

Sabtu, 5 November 2022 | 17:06 WIB

Doa Memohon Kesembuhan dari Sakit

Kamis, 27 Oktober 2022 | 13:11 WIB

Meminta Doa dari Orang Alim, Bolehkah?

Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:28 WIB

Pahami Adab Dasar Saat Membaca AlQur'an

Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:54 WIB

Doa Dihilangkan dari Kesedihan

Rabu, 12 Oktober 2022 | 09:03 WIB

Agar Ilmu Berguna dan Bermanfaat, Baca Doa Ini

Selasa, 11 Oktober 2022 | 11:23 WIB

Jangan Pernah Berpaling dari Allah SWT

Minggu, 9 Oktober 2022 | 08:25 WIB

Keluhuran Akhlak Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 07:46 WIB
X