Tiga Kelompok Manusia Berdasarkan Kitab Qathrul Ghaits

- Senin, 29 Agustus 2022 | 08:23 WIB
ilustrasi (internet)
ilustrasi (internet)

Oleh: Syamsul Yakin

Dalam kitab Qathrul Ghaits, Syaikh Nawawi membagi manusia menjadi tiga kelompok. Pertama, orang beriman yang tulus dalam keimanannya. Kedua, orang kafir yang mengingkari kekafirannya. Ketiga, orang munafik yang mencari muka dalam kemunafikannya.

Ketiga kelompok manusia ini penting diidentifikasi untuk memahami perbedaan mendalam ketiganya. Tujuannya, agar manusia berfirman dapat terus mempertahankan dan meningkatkan keimanannya. Selain tentunya, menghindari bahaya kafir dan munafik. Terutama bahaya munafik yang lebih sulit dikenali ketimbang bahaya kafir.

Menurut Syaikh Nawawi, orang beriman yang tulus keimanannya melakukan tiga hal. Pertama, dia menyatakan keimanan dengan lisannya. Misalnya mengucapkan syahadat.

Soal ini Nabi bersabda, "Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘laa ilaha illallah’, yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu merupakan bagian dari iman.” (HR. Bukhari). Namun syahadat tidak cukup diucapkan.

Oleh karena itu orang yang tulus keimanannya, yang kedua, yang dilakukannya adalah membenarkan dengan hati tanpa ada keraguan sedikitpun bahwa Allah Mahaesa. Seperti firman-Nya, "Katakanlah: "Dialah Allah Yang Mahaesa." (QS. al-Ikhlas/112: 1).

Kemudian yang ketiga yang dilakukan oleh orang beriman yang murni keimanannya adalah mengaktualisasikan keimanannya dengan segenap anggota badannya. Seperti hati, pikiran, dan anggota tubuhnya diajak untuk melaksanakan shalat, puasa, dan haji. Termasuk ibadah nawafil lainnya dari gelap ke gelap sepanjang hari.

Tentang kelompok manusia kedua, yakni orang kafir yang mengingkari kekafirannya, adalah orang yang tidak menyatakan keimanannya kepada Allah. Oleh karena itu, dia juga tidak beriman kepada Allah dengan hatinya.

Jadi, orang kafir itu tegas keyakinannya, yakni menolak ketuhanan Allah. Dengan kata lain, terdapat garis demarkasi antara orang Islam dan orang kafir dalam konteks keimanan, kendati tidak dalam konteks kemanusiaan.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menghindari Maksiat Hati

Rabu, 28 September 2022 | 07:29 WIB

Mengapa Allah SWT Melapangkan dan Menyempitkan Rezeki?

Kamis, 22 September 2022 | 08:49 WIB

Perbaharui Perahumu

Rabu, 21 September 2022 | 08:42 WIB

Dua Pesan Imam Nawawi Bagi Mereka yang Mempelajari Ilmu

Minggu, 18 September 2022 | 10:50 WIB

Memelihara Tradisi Ilmiah

Sabtu, 17 September 2022 | 09:13 WIB

Sahkah Berwudhu Menggunakan Botol Spray?

Kamis, 15 September 2022 | 06:53 WIB

Sakaratul Maut

Rabu, 14 September 2022 | 13:39 WIB

Negeri Akhirat untuk yang tidak Menyombongkan Diri

Rabu, 14 September 2022 | 09:33 WIB

Tenang dengan Sholat

Jumat, 9 September 2022 | 09:05 WIB

Sabar dan Doa Kunci Keluar dari Kesulitan Hidup

Jumat, 26 Agustus 2022 | 13:50 WIB

Mengakui Kesalahan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:21 WIB

Membantu Orang Zalim

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:31 WIB
X