Refleksi Jumat

- Jumat, 9 Juli 2021 | 13:53 WIB
H. Muhammad Nasir, S.Ag, M.H, Kakan Kemenag Lingga (istimewa)
H. Muhammad Nasir, S.Ag, M.H, Kakan Kemenag Lingga (istimewa)


  • Oleh: H.Muhammad Nasir, S.Ag., MH, Kakan Kemenag Lingga


Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam AS diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.” ( HR. Muslim ).

Tidak ada penciptaan di bumi ini yang tidak memiliki kebaikan dan keistimewaan. Kadang Allah SWT menyembunyikan kebaikan dan keistimewaan itu di balik hikmah ciptaan-Nya, agar manusia selalu berzikir dan berfikir terhadap kekuasaan dan kebesaran-Nya. Ada waktu istimewa, ada tempat istimewa dan ada juga hari istimewa. Semua itu merupakan pintu-pintu rahasia di balik penciptaan dan menjadi oase iman yang harus di buka rahasianya untuk dijadikan penyegar bagi jiwa yang terpana dalam kehidupan nyata di dunia.

Hari Jum’at adalah hari istimewa dalam pandangan Islam. Berdasarkan hadits Rasulullah SAW Riwayat Muslim sebagai mana kita kutip diatas, diantara keistimewaan hari Jum’at adalah Allah SWT menciptakan Nabi Adama AS dan Allah SWT memasukkan dan mengeluarkan Nabi Adam AS dari surga. Dan hari Jum'at adalah hari dimana Allah SWT akan menghancurkan alam semesta ini yang lazim di sebut kiamat.

Pertama: Nabi Adam AS diciptakan. Telah banyak para ahli tafsir menjelaskan bagaimana penciptaan Nabi Adam AS. Merujuk penjelasan Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 30: Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al-Baqarah; 2 : 30 ).

Sebagian ulama tafsir berpendapat bahwa penciptaan Nabi Adam AS merupakan penciptaan manusia pertama di bumi. Nabi Adam AS adalah khalifah pertama yang memegang amanah di bumi. Sejak Nabi Adam AS diciptakan, maka dari sana berawal kehidupan makhluk baru (manusia). Manusia diciptakan dari tanah (makhluk non hidup) sejalan dengan pendapat para ilmuan biologi yang menyebut sebagai abiogenesis.
Dalam teori Abiogenesis , salah satu teori yang berkembang di ranah ilmu pengetahuan alam, menyebutkan bahwa asal kehidupan bermula dari agregat-agregat materi non hidup. Artinya teori ini mengungkapkan bahwa kehidupan di bumi di mulai dari ketiadaan ( Prod.Dr.H.Hery Harjono, dkk, dalam Tafsir Ilmi : 2012 ).

Dalam penciptaan manusia, terdapat misi dan tujuan yang amat mulia. Allah SWT menciptakan manusia di bumi mempunyai misi yang jelas dan pasti. Terdapat tiga misi yang bersifat given yang di emban manusia, yaitu ; misi utama untuk beribadah ( Az-Zariyat : 51 ), misi fungsional sebagai khalifah ( al-Baqarah : 30 ), dan misi operasional untuk memakmurkan bumi ( Hud; 61 ). Kita tidak uraikan ketiga misi ini disini, yang jelas di balik penciptaan manusia terdapat rahasia kebajikan Tuhan yang memperkenalkan manusia sebagai makhluk-Nya yang terbaik.

Kedua, Nabi Adam as, dimasukkan dan dikeluarkan dari surga. Surga adalah tempat kenikmatan yang kekal dan sempurna yang tidak ada di dalamnya kekurangan apapun. Surga disediakan oleh Allah SWT bagi mereka yang menaati perintah-Nya dan tidak mengingkari kebenaran yang dibawah oleh rasul-rasul-Nya. Surga adalah tempat orang-orang yang dikaruniai nikmat oleh Allah SWT dari kalangan para nabi, shiddiqin, shuhada dan orang-orang yang saleh.

Dalam hadits diatas, Rasulullah SAW menyebut istilah surga. Menurut sebagaian para ahli tafsir surga disini adalah taman-taman indah atau tempat yang paling indah dan istimewa yang di dalamnya terdapat segala kebutuhan jasmani dan ruhani sesuai kebutuhan Adam AS. ketika itu. Surga ini adalah surga yang kekal sebagaimana dijelaskan Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah terdetik dalam hati, tidak pernah dimasuki, di lihat, di rasa dan dimasuki oleh manusia. Sebagaimana dalam hadits qudsi HR. Muslim : Artinya : “Allah SWT berfirman: Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas di benak manusia untuk hamba-hamba-Ku yang saleh.” (HR Muslim)

Ketiga; Terjadinya hari kiamat. Kiamat adalah proses kehancuran bumi dan alam semesta. Berdasarkan petunjuk al-Quran dalam surat az-Zalzalah / 99 ; 1-2 Qiyamat adalah proses apabila bumi diguncangkan dengan guncang yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat ( yang dikandung ) nya. Kejadian ini adalah hancurnya alam semesta dengan dahsyat yang sangat menakutkan. Hari kiamat merupakan rahasia Allah, tidak ada makhluk yang mengetahuinya. Bahkan, Nabi dan rasul hanya dapat memberikan tanda-tanda datangnya hari kiamat. Hari kiamat digambarkan sebagai kehancuran segala yang ada di dunia, semua makhluk akan mati kecuali memang yang dikehendaki-Nya untuk tetap hidup.
Kehancuran total yang terjadi di alam ini, secara logika bukanlah suatu peristiwa yang mustahil. Para pakar ilmu alam telah sepakat bahwa segala maujud yang ada pasti memiliki batas akhir keberadaannya.
Hari kiamat sering disebut secara metafora dalam AlQur'an sebagai yaumu alazifat / „hari yang dekat‟, yauma taqumu alhisab / „hari penghisaban‟, dan yaum alakhir/ „hari akhir‟. Metafora yaumu alazifat / yang terdapat dalam Alquran surat Ghafir ayat 18 tersebut memetakan konsepsi waktu yang menyatakan sesuatu yang dekat. Kata alazifat„yang dekat‟ menjelaskan kedekatan waktu terjadinya sebuah peristiwa.

Selain itu kata alazifat secara spesifik digunakan untuk menunjukkan sempitnya waktu di antara waktu kejadian yang akan terjadi dengan waktu sekarang. Konsepsi ini kemudian dipetakan sebagai hari yang dekat waktu terjadinya. Dengan demikian berdasarkan petunjuk al-Quran bahwa Hari Qiyamat akan terjadi dalam waktu yang sangat dekat ( Andy Hadiyanto dkk : 2018 ).

Kiamat bukan untuk ditakuti tetapi untuk diyakini dan kemudian kita mempersiapkan diri untuk melaluinya. Selagi masih ada waktu dan kesempatan orang-orang bijak akan memanfaatnya sisa-sisa hidupnya untuk persiapan dalam perjalanan akhirat yang akan datang. Mudah-mudahan kita menjadi orang bijak yang mempersiapkan diri sebelum tibanya hari kiamat. Aamiin.***

Editor: fery haluan

Terkini

Tantangan Penyuluh Agama Islam di Natuna di Masa Pandemi

Senin, 20 September 2021 | 18:13 WIB

Melajang Itu Pilihan Atau Keterpaksaan?

Senin, 20 September 2021 | 13:21 WIB

Mengapa Saat Buang Hajat Dilarang Mengobrol dan Nyanyi?

Jumat, 17 September 2021 | 07:34 WIB

Lelah yang Berkah

Kamis, 16 September 2021 | 14:50 WIB

Apa Keutamaan Berwudhu Sebelum Tidur?

Selasa, 14 September 2021 | 10:46 WIB

Bolehkah Berjalan di Depan Orang yang Sedang Sholat?

Selasa, 7 September 2021 | 08:56 WIB

Ini Waktu Terbaik untuk Bersedekah

Senin, 6 September 2021 | 08:49 WIB

Wudhu Merontokan Dosa-dosa

Sabtu, 4 September 2021 | 09:52 WIB

Jangan Pernah Pelit dengan Ilmu

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 12:01 WIB

Ini Nasihat Tentang Harta

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 08:19 WIB

Pentingnya Memuliakan Tetangga. Ini Penjelasannya

Rabu, 25 Agustus 2021 | 07:33 WIB

Ruginya Orang yang Suka Menunda Amal

Minggu, 22 Agustus 2021 | 08:32 WIB

Kejujuran Kunci Sukses Bisnis Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 12:16 WIB
X