Adab di Atas Fiqih, Kehalusan Akhlak dalam Beribadah

- Jumat, 28 Oktober 2022 | 11:00 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

Oleh: H. Muhammad Nasir. S.Ag., M.H., Kakan Kemenag Lingga

Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi telah memudahkan jalan da'wah dalam masyarakat atau umat beragama. Dalam agama Islam umpamanya, da’wah merupakan kewajiban bagi setiap orang untuk mengajak kepada kebaikan.

Dengan media sosial atau medsos siapa saja bisa mengajak orang lain untuk berbuat kebajikan dan bahkan keburukan sekaligus. Sebab itu kita butuh etika da’wah sebagai peta jalan da’wah dalam bermedsos di masyarakat.

Berda’wah melalui medsos adalah mengajak berkomunikasi saling merespon satu sama lain untuk ikut berpartisipasi membuka, melihat, mendengar, mengomentari, mengikuti dan membagikan konten da’wah kepada orang lain (group).

Tentu da’wah yang demikian tidak boleh menghilangkan maksud dan tujuannya. Salah satu diantara konten da’wah adalah mengajarkan pendapat para ulama yang khilafiyah atau ikhtilaf kepada umat. Pendapat para ulama itu termuat dalam berbagai mazhab fiqih.

Salah satu paradigma fiqih adalah memberikan penjelasan tata cara ibadah dan beramal sosial kepada umat atau masyarakat. Setiap amalan dalam Islam berorientasi akhirat dengan mempedomani fiqih yang diyakini.

Terdapat banyak mazhaf fiqih dalam Islam. Mazhab yang terkenal adalah mazhab Hanafi, Maliki, Hambali dan Syafi’i. Karena fiqih tidak hadir dalam satu mazhab maka disitu berpeluang munculnya ikhtilaf dalam fiqih. Ikhtilaf adalah perbedaan pendapat para imam mazhab dalam memahami Nash.

Ikhtilaf berarti perbedaan, perselisihan, dan pertukaran. Kata ikhtilaf dapat dilihat pada Alquran surah Al-Baqarah ayat 176, 213, dan 253. Kata ikhtilaf sering pula disebut dengan kata "khilafiyah" yang memiliki arti perbedaan pandangan di antara ulama terhadap suatu persoalan hukum. ( Ensiklopedi Islam : 2001 ).

Ikhtilaf bukanlah perbuatan dosa dalam agama melainkan sebagai peluang untuk memberikan kemudahan dalam menjalankan agama. Islam melarang ikhtilaf yang menyebabkan umat menjadi berbantah, saling menghujat dan membenci. Perbedaan pendapat dalam memahami hukum menunjukkan Islam sebagai agama yang dinamis.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pola Distribusi Rezeki

Minggu, 29 Januari 2023 | 10:28 WIB

Berkata Baik atau Diam

Jumat, 27 Januari 2023 | 08:27 WIB

Nasib Malang Tukang Fitnah

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB

Rezeki dari Allah Tidak Hanya Gaji

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:51 WIB

Bagaimana Adab Membaca AlQur'an dari Ponsel?

Kamis, 19 Januari 2023 | 08:42 WIB

Selalu Bertobat

Minggu, 15 Januari 2023 | 14:53 WIB

Semua Ada Waktunya

Jumat, 13 Januari 2023 | 14:30 WIB

Apa Hukumnya Bekerja di Tempat Maksiat?

Rabu, 11 Januari 2023 | 11:00 WIB

Hanya Allah SWT Tempat Segala Keluh Kesah

Kamis, 5 Januari 2023 | 10:59 WIB

Laki-laki dan Perempuan dalam Kekuasaan Khitbah

Minggu, 1 Januari 2023 | 17:40 WIB

Ahli Ilmu yang Beriman

Minggu, 25 Desember 2022 | 08:09 WIB

Malu

Jumat, 23 Desember 2022 | 13:21 WIB

Komunikasi Sufistik

Kamis, 22 Desember 2022 | 13:58 WIB
X