Utsman bin Affan Dalam Fitnah Kubro

- Kamis, 10 November 2022 | 11:22 WIB
Ishak, S.H, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Natuna (istimewa)
Ishak, S.H, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Natuna (istimewa)

Oleh: Ishak, S.H, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Natuna

Utsman bin Affan adalah sahabat yang taat menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulullah. Ini dibuktikannya dengan ia selalu menggunakan waktu malam hari untuk membaca Al-Quran, berdzikir, dan shalat malam. Tidak hanya dalam beribadah kepada Allah SWT saja, tetapi Utsman juga banyak melakukan amal saleh untuk kemaslahatan umat.

Utsman adalah sosok yang berasal dari keluarga kaya raya dengan silsilah Bani Umayyah. Utsman dikenal sebagai orang yang berakhlak mulia dan berpendidikan tinggi. Kelebihan-kelebihan pada diri Utsman tidak membuatnya sombong dan bersikap merendahkan orang lain.

Dengan usahanya, Utsman memiliki harta yang banyak. Sekalipun demikian, Utsman bukan seorang saudagar yang menumpuk harta tanpa memberikan sedekah. Ia juga dikenal dengan hidup penuh kesederhanaan.

Utsman bin Affan adalah khalifah ketiga, menggantikan khalifah sebelumnya yaitu Umar bin Khatab yang mati karena terbunuh. Menjadi khalifah di masa penuh fitnah saat itu tentunya tidak akan mudah bagi Utsman bin Affan.

Pada akhirnya ia pun mendapatkan fitnah dari beberapa kalangan. Tokoh utama yang mengakibatkan timbulnya fitnah terhadap Ustman bin Affan adalah Abdullah bin Saba. Abdullah bin Saba adalah orang Yahudi yang berpura-pura memeluk agama Islam.

Fitnah yang dilontarkan Abdullah bin Saba berupa tuduhan-tuduhan yang tidak benar. Salah satu diantara fitnah itu ialah Utsman dituduh lebih mengutamakan keluarganya. Pengaruh keluarga mulai mengendalikan keputusan yang diambilnya. Ketetapan yang diberlakukan sering bertentangan dengan hal-hal yang seharusnya dilaksanakan dalam pengendalian pemerintahan.

Diantaranya pemberhentian hampir semua gubernur yang diangkat Umar bin Khattab khalifah sebelumnya, kemudian digantikan oleh para pejabat baru yang masih terhitung kerabatnya. Akibat dari tindakan ini adalah munculnya kekecewaan, ketidakpuasan dan kegelisahan di sebagian besar masyarakat.

Keadaan itu semakin memuncak, setelah para gubernur baru berlaku sewenang-wenang, seperti Abdullah Ibn Sarah di Mesir. Kekisruhan ini mulai dijadikan kesempatan oleh orang-orang atau kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab dan juga tidak menyukai kepemimpinan Utsman Ibn Affan.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pola Distribusi Rezeki

Minggu, 29 Januari 2023 | 10:28 WIB

Berkata Baik atau Diam

Jumat, 27 Januari 2023 | 08:27 WIB

Nasib Malang Tukang Fitnah

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB

Rezeki dari Allah Tidak Hanya Gaji

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:51 WIB

Bagaimana Adab Membaca AlQur'an dari Ponsel?

Kamis, 19 Januari 2023 | 08:42 WIB

Selalu Bertobat

Minggu, 15 Januari 2023 | 14:53 WIB

Semua Ada Waktunya

Jumat, 13 Januari 2023 | 14:30 WIB

Apa Hukumnya Bekerja di Tempat Maksiat?

Rabu, 11 Januari 2023 | 11:00 WIB

Hanya Allah SWT Tempat Segala Keluh Kesah

Kamis, 5 Januari 2023 | 10:59 WIB

Laki-laki dan Perempuan dalam Kekuasaan Khitbah

Minggu, 1 Januari 2023 | 17:40 WIB

Ahli Ilmu yang Beriman

Minggu, 25 Desember 2022 | 08:09 WIB

Malu

Jumat, 23 Desember 2022 | 13:21 WIB

Komunikasi Sufistik

Kamis, 22 Desember 2022 | 13:58 WIB
X