Komunikasi Sufistik

- Kamis, 22 Desember 2022 | 13:58 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., M.H., Kakan Kemenag Lingga (istimewa)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., M.H., Kakan Kemenag Lingga (istimewa)

Oleh: H. Muhammad Nasir. S.Ag., M.H., Kakan Kemenag Lingga

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia senantiasa dihadapkan dengan berbagai macam gambaran perilaku komunikasi baik komunikasi yang bersifat verbal maupun nonverbal, yang beretika maupun tidak beretika.

Gambaran perilaku komunikasi tersebut merupakan stimulus yang diperoleh melalui berbagai peristiwa komunikasi dalam pergaulan sosial. Komunikasi seperti itu adalah komunikasi sosial dalam kehidupan duniawi. Adakah komunikasi di dunia lain atau lebih tegasnya komunikasi di dunia atau alam spiritual?

Pada prinsipnya, komunikasi merupakan proses komunikasional antara dua obyek komunikan untuk saling memahami informasi. Di alam spiritual banyak informasi yang belum dipahami manusia. Padahal, kebutuhan manusia akan informasi tidak hanya terhadap informasi yang dapat ditangkap oleh unsur-unsur jasmaniyah tetapi juga oleh unsur-unsur ruhaniyah.

Dalam unsur-unsur ruhaniyah terdapat alam malakut yang bersifat spiritual. Informasi di alam ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan ruhaniyah dan jasmaniyah secara seimbang. Jika manusia di alam jasmaniyah atau dunia bertanya untuk mengetahui sesuatu bagi kepentingannya. Di alam ruhaniyah malaikat pun bertanya untuk menngetahui informasi.

Bertanya dalam mencari informasi di alam malaikat merupaka komunikasi ruhaniyah atau yang kita sebut sebagai komunikasi spiritual.

Dalam kisah penciptaan manusia para malaikat mempertanyakan kepada Allah SWT tentang penciptaan Nabi Adam AS atau manusia di bumi (QS 2:30). Pertanyaan malaikat ini dijelaskan dalam sebuah buku yang ditulis oleh seorang Profesor Matematika yaitu Prof.Dr.Jefri Lang. Buku itu berjudul Malaikatpun Bertanya.

Menurut Jepri Lang pertanyaan malaikat kepada Allah SWT merupakan pertanyaan yang sangat fundamental terhadap hubungan manusia dengan Tuhannya. Dalam bahasa modern sekarang malaikat berkomunikasi dengan Allah SWT tentang penciptaan manusia di bumi.

Komunikasi antara malaikat dengan Allah SWT adalah komunikasi di alam malakut yang memiliki banyak rahasia yang tak mungkin diungkap oleh nalar modern saat ini. Alam malakut adalah alam rahasia yang bersifat bathiniyah. Komunikasi di alam malakut menggambarkan komunikasi yang amat dekat antara Allah SWT dengan sang hamba. Komunikasi inilah yang kita sebut dengan komunikasi sufistik dalam artikel ini.
Jadi komunikasi sufistik merupakan dialog ubudiyah (ibadah) yang menjadi tugas manusia di bumi (Tidaklah Aku ciptakan Jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku) (QS Adz-Durriyat : 56).

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pola Distribusi Rezeki

Minggu, 29 Januari 2023 | 10:28 WIB

Berkata Baik atau Diam

Jumat, 27 Januari 2023 | 08:27 WIB

Nasib Malang Tukang Fitnah

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB

Rezeki dari Allah Tidak Hanya Gaji

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:51 WIB

Bagaimana Adab Membaca AlQur'an dari Ponsel?

Kamis, 19 Januari 2023 | 08:42 WIB

Selalu Bertobat

Minggu, 15 Januari 2023 | 14:53 WIB

Semua Ada Waktunya

Jumat, 13 Januari 2023 | 14:30 WIB

Apa Hukumnya Bekerja di Tempat Maksiat?

Rabu, 11 Januari 2023 | 11:00 WIB

Hanya Allah SWT Tempat Segala Keluh Kesah

Kamis, 5 Januari 2023 | 10:59 WIB

Laki-laki dan Perempuan dalam Kekuasaan Khitbah

Minggu, 1 Januari 2023 | 17:40 WIB

Ahli Ilmu yang Beriman

Minggu, 25 Desember 2022 | 08:09 WIB

Malu

Jumat, 23 Desember 2022 | 13:21 WIB

Komunikasi Sufistik

Kamis, 22 Desember 2022 | 13:58 WIB
X