Meraih Keberkahan Rezeki

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 07:48 WIB
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)

Oleh: Muhbib Abdul Wahab

Mencari dan meraih rezeki itu bukan tujuan, melainkan sarana untuk mewujudkan penghambaan diri (ibadah) kepada Allah SWT, sehingga menjadi hamba yang pandai bersyukur, beramal saleh, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Rezeki yang diperoleh melalui aneka usaha itu juga bukan untuk berfoya-foya dan kesombongan diri, tetapi harus dijadikan media untuk optimalisasi ibadah kepada Allah SWT.

Allah SWT itu Maha Pemberi rezeki terbaik (ar-Razzaq, khair ar-raziqin). Rezeki Allah itu luas, tak terbatas. Karena itu, rezeki tidak boleh dipahami sebatas harta benda, materi, atau uang.

Iman, ilmu, amal saleh, umur, harta, kesehatan, keluarga, sahabat, relasi, dan sebagainya merupakan rezeki yang harus disyukuri dan dimaknai agar menjadi berkah melimpah, sehingga dapat mengantarkan hamba meraih husnul khatimah dan ridha-Nya.

Meraih keberkahan rezeki idealnya menjadi agenda dan ikhtiar yang diniati dengan ikhlas karena Allah semata. Yang dicari bukan banyaknya (kuantitas) rezeki, tetapi keberkahannya: kualitas, nilai tambah, nilai positif, dan kebaikannya yang dapat memberi manfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain.

Keberkahan rezeki itu tidak diraih secara instan, tetapi harus diusahakan dengan memahami regulasi yang sudah ditetapkan Allah dan rasul-Nya. Keberkahan rezeki itu juga tidak diperoleh dengan menghalalkan segala cara, menabrak aturan yang berlaku, merugikan negara atau orang lain.

Karena itu, keserakahan, ketamakan, kedengkian, dan orientasi duniawi-materi harus dienyahkan. Sebab, itu menjadi perusak dan penghilang keberkahan rezeki.

Dengan menaati syariat Allah dan menjauhi larangan-Nya (bertakwa), rezeki akan datang dari jalan tak terduga. Artinya, iman dan takwa itu menjadi modal dan kunci utama keberkahan rezeki. “Sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa kepada Allah, niscaya Kami bukakan kepada mereka keberkahan (pintu rezeki) dari langit dan bumi…” (QS al-A’raf [7]: 96).

Selain itu, meraih keberkahan rezeki harus dilandasi keyakinan dan pemahaman yang benar bahwa pemilik rezeki itu adalah Allah; dan rezeki yang diterima itu hanyalah amanah atau titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat (QS at-Takatsur [102]: 8).

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Kala Bencana Jadi Peringatan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:46 WIB

Bacalah AlQur'an, Dapatkan Lima Keistimewaan

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:28 WIB

Bagaimana Cara Agar Dosa Diampuni?

Rabu, 30 November 2022 | 11:26 WIB

Selamatkan Diri dengan Kejujuran

Minggu, 27 November 2022 | 09:42 WIB

Pentingkah Pendidikan Pranikah?

Jumat, 25 November 2022 | 09:50 WIB

Peran Sosok Ayah dalam Keluarga

Sabtu, 19 November 2022 | 09:32 WIB

Ingin Selalu Khusyuk dalam Sholat?

Jumat, 18 November 2022 | 10:55 WIB

Hiding Lies

Kamis, 17 November 2022 | 11:16 WIB

Adab Utang-Piutang dalam Islam

Kamis, 17 November 2022 | 08:39 WIB

Cahaya Allah SWT Datang Kapan Saja

Rabu, 16 November 2022 | 08:36 WIB

Utsman bin Affan Dalam Fitnah Kubro

Kamis, 10 November 2022 | 11:22 WIB

ID Card Sufistik

Sabtu, 5 November 2022 | 17:06 WIB

Doa Memohon Kesembuhan dari Sakit

Kamis, 27 Oktober 2022 | 13:11 WIB

Meminta Doa dari Orang Alim, Bolehkah?

Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:28 WIB

Pahami Adab Dasar Saat Membaca AlQur'an

Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:54 WIB
X