Apa Saja yang Menjadi Pangkal Keburukan Menurut Pandangan Sufi?

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 11:41 WIB
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)

Ada enam pangkal keburukan dalam perspektif tasawuf yang dikemukakan Syekh Abu Hasan Asy Syadzili, pendiri Tarekat Syadziliyah, dalam kitabnya berjudul Risalah al-Amin.

Dikutip dari buku “Risalah al-Amin: Wejangan yang Mengantarkan Kita Sampai Kepadanya,” Abu Hasan Asy Syadzili menjelaskan, pangkal keburukan itu, pertama, mengubah kehendak baik menjadi kehendak buruk.

Kedua, mengubah ketergantungan kepada Allah SWT menjadi kepada makhluk. Ketiga, mengubah prasangka baik terhadap Allah dan kedermawanan-Nya menjadi prasangka buruk terhadap-Nya dan Rasul-Nya. Keempat, keinginan tersembunyi. Kelima, mencintai dunia, dan keenam adalah mengikuti hawa nafsu. Menurut Asy Syadzili, Allah SWT berfirman:

“Aku dan Kemuliaan-Ku ada untukmu selama engkau tidak mengganti kehendak baik dengan kehendak buruk, prasangka baik terhadap kedermawanan-Ku menjadi prasangka buruk, dan ketergantungan kepada-Ku menjadi ketergantungan kepada makhluk. Jika engkau melakukannya, maka Aku akan lepas darimu, menyerahkanmu kepada dirimu sendiri, memberimu kemampuan yang kau kuasai, dan memasukkanmu ke dalam neraka jahanam. Sungguh, ia seburuk-buruk tempat kembali. Siapa yang bertaubat, maka Aku akan menerima taubatnya. Siapa yang meminta ampunan, maka Aku akan mengampuninya. Sesungguhnya Aku adalah Mahapengampun dan Mahapengasih.”

Kemudian, lanjut Asy Syadzili, Allah SWT melanjutkan firman-Nya, “Demi kemualiaan-Ku, kalau bukan sesuatu yang ada padamu, niscaya umat akan binasa karena dosa-dosamu.” Aku bertanya, “Apakah itu?” Dia menjawab,

“Rahmat-Ku lebih engkau sukai dibandingkan hukuman-Ku, dan permintaan ampunanmu lebih besar dibandingkan bermaksiat kepada-Ku. Dengan hal itu, engkau mendahului oang-orang terdahulu. Aku tidak mengantarmu untuk bersama orang-orang yang menuju Allah, juga tidak menempatkanmu dengan orang-orang zalim. Katakanlah, ‘Aku berlindung pada Allah dari seruan-seruan yang tersembunyi, dari keinginan terhadap dunia dan mengikuti hawa nafsu.”

“Hafalkanlah enam hal tersebut karena sesungguhnya ia adalah pangkal keburukan. Mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Mahamendengar lagimengetahui,” kata Abu Hasan Asy Syadzili.

Sedangkan benteng hati dari keburukan, menurut dia, ada empat, yaitu terhubungnya hati dengan Allah, membenci dunia, tidak menggunakan mata untuk melakukan hal yang diharamkan Allah, dan tidak memindah telapak kaki, kecuali untuk mengharap pahala dari Allah. *

(sumber: republika.co.id)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Keajaiban Shodaqoh

Senin, 11 Oktober 2021 | 11:31 WIB

Refleksi Sufistik Canda Rasulullah SAW

Selasa, 5 Oktober 2021 | 14:18 WIB

Doa Agar tak Mengulangi Kemaksiatan

Minggu, 3 Oktober 2021 | 07:46 WIB

Ajari Diri Berbuat Sabar

Senin, 27 September 2021 | 08:15 WIB

Tantangan Penyuluh Agama Islam di Natuna di Masa Pandemi

Senin, 20 September 2021 | 18:13 WIB

Melajang Itu Pilihan Atau Keterpaksaan?

Senin, 20 September 2021 | 13:21 WIB

Mengapa Saat Buang Hajat Dilarang Mengobrol dan Nyanyi?

Jumat, 17 September 2021 | 07:34 WIB

Lelah yang Berkah

Kamis, 16 September 2021 | 14:50 WIB

Apa Keutamaan Berwudhu Sebelum Tidur?

Selasa, 14 September 2021 | 10:46 WIB

Bolehkah Berjalan di Depan Orang yang Sedang Sholat?

Selasa, 7 September 2021 | 08:56 WIB

Ini Waktu Terbaik untuk Bersedekah

Senin, 6 September 2021 | 08:49 WIB

Wudhu Merontokan Dosa-dosa

Sabtu, 4 September 2021 | 09:52 WIB

Jangan Pernah Pelit dengan Ilmu

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 12:01 WIB

Terpopuler

X