Sadis! Korban Dikubur Hidup-hidup karena Maling Sayur

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 14:01 WIB
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)

Sebanyak 14 orang ditetapkan sebagai tersangka atas penganiayaan yang menyebabkan Maman (40) meninggal dunia.

Korban warga Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat tewas setelah dikubur hidup-hidup karena ketahuan hendak mencuri di gudang sayur.

Baca Juga: Bawang Putih dapat Turunkan Kolesterol, Bagaimana Cara Konsumsinya?

Empat belas orang yang kini berstatus sebagai tersangka adalah adalah SF, BN, S, AF, IR, HB, IN, IRN, UM, I, Z, M, DT, dan AS. Seluruh tersangka merupakan warga Kampung Sengklek, Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.

Baca Juga: Berikut Skema jika Timnas Indonesia U-23 Ingin Lolos Piala Asia

Pembunuhan Maman terungkap setelah warga menemukan jasadnya terbungkus karung di kebun jagung.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, sebelum dikubur dalam keadaan hidup, Maman sempat dianiaya belasan orang.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Blak-blakan Soal Ivan Gunawan

"Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka memar lebam pada seluruh tubuh, kepala, dan wajah. Luka bacok pada pundak dan kedua kaki. Dan luka gorokan pada leher,” kata Kapolres dilansir viva.co.id, Rabu, 27 Oktober 2021.

Kejahatan itu dilakukan secara bersama-sama.

Baca Juga: M Fatah Jenuh Jadi Lucinta Luna

Para pelaku dijerat pasal berlapis karena dianggap keji saat menghabisi nyawa korban. Mereka menggorok leher korban dengan golok dan menguburnya saat Maman masih bernapas.

Menurut Kapolres, terungkapnya kasus tersebut, berawal saat adik korban melaporkan hilangnya Maman pada Rabu, 20 Oktober. Saat itu, adik korban mengaku terakhir bertemu pada Senin, 11 Oktober.

Baca Juga: Mayat Seorang Perempuan Ditemukan Membusuk di Apartemen Kosong

Polisi langsung melakukan penyelidikan. Pada Sabtu, 23 Oktober, polisi langsung mengamankan para tersangka yang berjumlah 14 orang. Dalam pemeriksaan, mereka mengakui perbuatannya menganiaya korban dan menguburnya di kebun jagung di kaki Gunung Cikuray.

“Para pelaku bersama-sama melakukan pemukulan dengan tangan kosong, kayu, besi, golok dan batu. Selanjutnya korban dimasukan ke dalam karung dan dikubur," tutur Wirdhanto.

Baca Juga: Warga Winner Millenium Mansion Minta Winner Group Bertanggung Jawab Permasalahan Jalan

Penganiayaan terhadap Maman terjadi pada Selasa dini hari, 12 Oktober sekitar pukul 02.00 di Kampung Sengklek, Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Perbuatan sadis itu mereka lakukan karena geram pada korban. Mereka menuding Maman sering mencuri.

"Alasan para tersangka melakukan perbuatan tersebut, diduga korban sering mencuri barang-barang milik warga dan untuk kejadian yang terakhir hari Selasa (12/10/2021) korban ketahuan diduga akan melakukan pencurian di gudang sayur milik warga, namun belum terjadi, baru percobaan,” tambah Wirdhanto.

Baca Juga: Pantai Padang Dibersihkan dari Para Pemalak

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 340, 338, 170 ayat 1, 2 ke 3e, dan 351 ayat 3 KUHP.

“Pasal akan kami sesuaikan dengan peran masing-masing. Ada yang ancaman hukumannya maksimal seumur hidup,” katanya.*

(sumber: viva.co.id)

Halaman:
1
2
3

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Velline Chu 'Ratu Begal' Jalani Rehabilitasi di BNN

Minggu, 16 Januari 2022 | 08:45 WIB

Bupati Penajam Paser Utara ditangkap di Jakarta

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:32 WIB

Jaringan Pengirim PMI Ilegal Diringkus di Bengkulu

Rabu, 12 Januari 2022 | 11:37 WIB

Dugaan Korupsi di Garuda Indonesia Dibongkar

Rabu, 12 Januari 2022 | 10:02 WIB
X