Pengiriman PMI Illegal Tujuan Malaysia Digagalkan di Perairan Belakang Padang, Tekong Boat Ditangkap

- Senin, 22 November 2021 | 20:49 WIB
Kasat Polairud Polresta Barelang, AKP Syaiful Badawi menunjukan barang bukti boat yang membawa PMI illegal tujuan Malaysia. (haluankepri.com)
Kasat Polairud Polresta Barelang, AKP Syaiful Badawi menunjukan barang bukti boat yang membawa PMI illegal tujuan Malaysia. (haluankepri.com)

Para PMI itu kebanyakan mereka direkrut oleh pekerja lapangan yakni salah satu agen di Surabaya berinisial IC, yang saat ini masih (DPO). Dia bertugas mengirimkan PMI itu ke Kota Batam.

Baca Juga: Diejek, Pria Ini Sabet Istrinya Hingga Tewas

"Setelah dikirim ke Batam dan di jemput oleh AD yang masih (DPO) di bandara Hang Nadim. Kemudian calon PMI itu diinapkan di salah satu Home stay di Batam sebelum di bawa ke Belakang Padang," ucap Badawi, Senin 22 November 2021.

Dikatakan Badawi, korban EP harus membayar uang sejumlah Rp.6,5 juta kepada AD (DPO) dan diberikan pada saat sampai di Bandara Hang Nadim Batam, Korban MA membayar Rp 11 juta kepada IC saat ini dia DPO.

Sementara PMI yang lainnya sudah dibayarkan oleh calon majikan di Malaysia dan akan di potong gajinya selama 4 bulan berturut turut kalau sudah bekerja di tempat majikannya.

Baca Juga: Ole Gunnar Solskjaer Emosional Tinggalkan MU

"Berdasarkan pengakuan dari pelaku RM, dia sudah membawa calon PMI illegal itu melalui Belakang Padang sebanyak 4 kali dan mendapatkan uang sebanyak Rp.100 ribu perorang," ujarnya.

Lanjutnya, saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan oleh Satpolairud Polresta Barelang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Celine Evangelista Akan Menikah? Ini Komentar Warganet

"Atas perbuatannya elaku dijerat dengan pasal 81 dan atau pasal 83 UU RI No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Dengan ancaman pidana 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp15 miliar," pungkasnya. (dam)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

X