Jaringan Pengirim PMI Ilegal Diringkus di Bengkulu

- Rabu, 12 Januari 2022 | 11:37 WIB
Konferensi pers ungkap kasus jaringan pengirim PMI Ilegal ke Malaysia, Selasa 11 Januari 2022. (istimewa)
Konferensi pers ungkap kasus jaringan pengirim PMI Ilegal ke Malaysia, Selasa 11 Januari 2022. (istimewa)

″Barang bukti yang diamankan adalah beberapa alat komunikasi Handphone, sebuah kartu ATM dan beberapa Buku Tabungan atas nama tersangka Inisial E," ujarnya

lanjutnya, adapun peran tersangka ES ini adalah melakukan pengurusan dan memfasilitasi 8 orang PMI hingga pemberangkatan ke luar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Modusnya para tersangka memberangkatkan PMI melalui pelabuhan rakyat atau pelabuhan tikus, dengan iming-iming mendapatkan gaji yang besar.

Baca Juga: Soal Dugaan Korupsi di Garuda Indonesia, Berikut Rekam Jejak Emirsyah Satar

Tersangka ES meraup keuntungan sebesar Rp 3 juta dari masing-masing PMI yang diberangkatkannya.

Terhadap tersangka ini diterapkan dua Undang-Undang, yaitu UU pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (Pasal 4, Pasal 7 dan Pasal 48) dengan ancaman paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 600 juta.

"Kemudian dilapis dengan UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Pasal 81 dan Pasal 83) dengan ancaman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 15 miliar," imbuhnya. (dam)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Waspada Begal Rekening!

Senin, 20 Juni 2022 | 12:55 WIB

Miris! Sejoli Ini Lakukan Aborsi Berulang Kali

Senin, 13 Juni 2022 | 12:17 WIB

MV Dumai Line 5 Terbakar, 1 ABK Tewas

Kamis, 9 Juni 2022 | 09:41 WIB
X