Soal Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat, Gubernur Edy Rahmayadi Minta Diusut Tuntas

- Selasa, 25 Januari 2022 | 18:28 WIB
(pikiran-rakyat.com)
(pikiran-rakyat.com)

Dari hasil penyelidikan Polisi, kata Panca, diketahui tempat itu sebagai tempat rehabilitasi narkoba yang dikelola secara mandiri oleh Terbit Rencana sejak 10 tahun lalu.

Meski tak berizin, namun dari pengakuan Terbit Rencana, kata Panca, pihaknya sudah berkoordinasi degan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat serta Badan Narkotika Nasional Provinsi, Sumatera Utara.

Baca Juga: KPU Telah Usulkan Tahapan Pemilu 2024. Berikut Waktunya

"Iya ini rehabilitasi mandiri. Mereka yang direhabilitasi pada siang hari diajak bekerja ke kebun sawit (sebagai bagian rehabilitasi). Kalau yang kita temukan kemarin ada 3 hingga 4 orang. Itu yang baru masuk 2 hari. Soal ada yang mengalami luka lebam, itu karena melawan saat akan direhabilitasi," tukasnya.

Sementara itu, organisasi Migran Care mendapatkan laporan jika kerangkeng itu adalah bentuk perbudakan model baru yang diterapkan Bupati Nonaktif, Terbit Rencana.

Mereka yang dikerangkeng, disebut sebagai pekerja kebun yang tak dibayar dan diperlakukan layaknya budak. Kerap dipukuli dan hanya diberikan makan 2 kali sehari.

Baca Juga: Bentrok di Sorong, Korban Bertambah Jadi 19 Orang

Migran Care pun telah melaporkan dugaan perbudakan itu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) untuk segera diselidiki. *

(sumber: okezone.com)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada Begal Rekening!

Senin, 20 Juni 2022 | 12:55 WIB

Miris! Sejoli Ini Lakukan Aborsi Berulang Kali

Senin, 13 Juni 2022 | 12:17 WIB

MV Dumai Line 5 Terbakar, 1 ABK Tewas

Kamis, 9 Juni 2022 | 09:41 WIB
X