Pengacara Sebut Walpri Gubernur Kepri Berniat Menyerahkan Sabu, Namun Keburu Ditangkap

- Sabtu, 5 Maret 2022 | 13:57 WIB
Kuasa Hukum Filemon Leo Halawa & partners bersama istri Bripka ARG melakukan konferensi pers, Jumat 4 Maret 2022. (damri/haluankepri.com)
Kuasa Hukum Filemon Leo Halawa & partners bersama istri Bripka ARG melakukan konferensi pers, Jumat 4 Maret 2022. (damri/haluankepri.com)

Batam (HK) - Kuasa Hukum Filemon Leo Halawa & partners sebut bahwa kliennya Bripka ARG yang merupakan pengawal pribadi (walpri) Gubernur Kepri yang ditangkap dalam kasus dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu beberapa waktu lalu, menyebut akan menyerahkan barang tersebut kepada pimpinannya.

Namun, sebelum sabu itu dilaporkan dan diserahkan kepada pimpinannya, Bripka ARG keburu ditangkap oleh Satrenarkoba Polres Tanjungpinang pada, 24 Januari 2022 lalu bersama dua orang rekannya berinisial M dan BTP.

Leo Halawa SH penasehat hukum Bripka ARG mengatakan, kliennya dalam kasus yang sempat menjadi perbincangan publik tersebut menurutnya merupakan korban. Pasalnya, saat kliennya diamankan polisi, sabu seberat 6,7 kilogram itu tidak berada di tangannya dan juga tidak di rumahnya.

Baca Juga: Breaking News! Pasar KUD Tanjungpinang Roboh!

Berdasarkan pengakuan dari Bripka ARG, sabu tersebut asal awalnya ditemukan oleh salah seorang sekuriti kawasan Lagoi Bintan berinisial M di tepi pantai Lagoi.

Kemudian M memberitahukan kepada Bripka ARG. Mengetahui adanya temuan sabu tersebut, Bripka ARG mengamankan sabu itu dan akan diserahkan kepada pimpinannya agar mendapatkan penghargaan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti SIP Perwira.

"Menurut keterangan dari ARG, ia ingin menyelamatkan sabu tersebut dan dilaporkan kepada pimpinannya. Namun keburu ditangkap polisi, yakni setelah 3 hari ditemukannya sabu tersebut," kata Leo Halawa saat konferensei pers di Graha Pena Batam Centre, Jumat, 5 Maret 2022.

Baca Juga: Ketum PA 212 Mengatakan Akan Terus Mengawal Proses Yaqut

Leo Halawa, mengatakan, Bripka ARG bukanlah seorang jaringan narkoba internasional maupun sebagai bandar sabu yang diberitakan sejumlah media. Sebenarnya sabu tersebut akan diserahkan pada pihak pimpinannya, namun karena ARG sibuk dengan pekerjaannya, sehingga telat untuk menyerahkannya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada Begal Rekening!

Senin, 20 Juni 2022 | 12:55 WIB

Miris! Sejoli Ini Lakukan Aborsi Berulang Kali

Senin, 13 Juni 2022 | 12:17 WIB

MV Dumai Line 5 Terbakar, 1 ABK Tewas

Kamis, 9 Juni 2022 | 09:41 WIB
X