Bangunan Pasar Melayu Batam Dibongkar, Pengacara Ahmad Mipon Bakal Ambil Langkah Hukum

- Minggu, 13 Maret 2022 | 21:47 WIB
Pasar Melayu Batu Aji nampak sudah mulai dilakukan pembongkaran, Sabtu 12 Maret 2022. (damri/haluankepri.com)
Pasar Melayu Batu Aji nampak sudah mulai dilakukan pembongkaran, Sabtu 12 Maret 2022. (damri/haluankepri.com)

Batam (HK) - Direktur PT Tiara Mantang, Ahmad Mipon melalui kuasa hukumnya Mirwansyah, SH, MH dari kantor hukum MS LAW FIRM akan mengambil langkah hukum terhadap adanya pembongkaran pasar Melayu Raya oleh Hadis Lani.

"Terkait dilakukannya pembongkaran pasar Melayu tersebut yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, kita akan mengambil langkah hukum, sebab dasar dilakukan pembongkaran pasar itu belum ada," ucap Mirwansyah, Sabtu 12 Maret 2022.

Disampaikan Mirwansyah, kalau terkait putusan PTUN tahun 2017 dan juga Pengadilan Negeri Kota Batam pada, Rabu, 16 Februari 2022 lalu itu adalah terkait masalah perizinan bukan soal menghilangkan hak keperdataan pemiliknya.

Baca Juga: Empat Korban Kebocoran Gas PLTP Dieng Sudah Pulang ke Rumah

"Bangunan itu punya siapa, kalau soal izin BP Batam dan BPN dibatalkan, maka bangunannya harus diselesaikan secara aturan yang berlaku, masak yang melakukan eksekusi adalah orang-orang yang tidak punya kewenangan, lalu pengadilan untuk apa," ujar Mirwansyah.

"Kami akan mengambil upaya hukum dengan cara melaporkan langsung aparat kepolisian. Dalam waktu yang cepat kita akan ambil tindakan hukum melaporkan orang-orang yang melakukan pembongkaran pasar itu, dan kita akan usut semuanya ini," tegasnya.

Menurutnya, yang berhak untuk melakukan upaya paksa pembongkaran bangunan pasar itu adalah melalui eksekusi dan harus dimohonkan kepada Pengadilan, untuk memohon ke Pengadilan itu juga harus dengan dasar yang jelas.

Baca Juga: Berikut Identitas 9 Karyawan yang Terpapar Gas Beracun di Sumur Geothermal Dieng

"Putusan yang ada sekarang ini adalah hanya membatalkan suratnya. Kalau untuk eksekusi maka harus gugat ke perdata dulu. Tidak bisa semerta-merta melakukan upaya paksa terhadap bangunan itu, apalagi dilakukan oleh orang yang tidak punya kewenangan untuk eksekutorial, itu sudah melanggar hukum," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada Begal Rekening!

Senin, 20 Juni 2022 | 12:55 WIB

Miris! Sejoli Ini Lakukan Aborsi Berulang Kali

Senin, 13 Juni 2022 | 12:17 WIB

MV Dumai Line 5 Terbakar, 1 ABK Tewas

Kamis, 9 Juni 2022 | 09:41 WIB
X