Banding Diterima, Ahmad Mipon Dilepas dari Segala Tuntutan Hukum dan Bebas dari Tahanan

- Sabtu, 23 April 2022 | 11:13 WIB
 Mirwansyah, SH, MH kuasa hukum Direktur PT. Tiara Mantang, Ahmad Mipon. (damri/haluankepri.com)
Mirwansyah, SH, MH kuasa hukum Direktur PT. Tiara Mantang, Ahmad Mipon. (damri/haluankepri.com)

Sistem kerjasama itu disepakati secara bersama-sama oleh pengurus HPKP dengan syarat-syarat kesepakatan, baik itu terkait pembangunan pasar tersebut maupun masalah Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) kepada BP Batam.

Berselang beberapa waktu, ternyata di HPKP itu tidak boleh dikelurkan IP, karena dia bukan badan hukum, sehingga para pengurus membentuklah sebuah koperasi, yakni koperasi serba usaha melayu raya. Jadi yang awalnya dari HPKP beralih ke koperasi serba usaha melayu raya.

Kemudian koperasi tersebut juga melakukan kerjasama dengan PT. Tiara Mantang, yang saat itu juga disepakati secara bersama-sama oleh para pengurus HPKP secara tertulis, tentunya dengan beberapa persyaratan.

Dimana terdakwa selaku ketua koperasi dan juga direktur PT. Tiara Mantang yang disepakati oleh jajarannya, melakukan kerjasama atas pembangunan unit ruko atau kios-kios pasar tersebut. Setelah pembagunan selesai, ruko atau kios disana diperjual belikan sebagaimana mestinya yang terjadi di Batam.

Dimana saat ada yang ingin membeli ruko atau kios-kios tersebut, pembeli langsung melihat objek bangunan kelokasi. Dalam transaksi pembelian terjadilah Akta Jual Beli (AJB) yang sah secara hukum dan ada pajak yang harus dibayarkan kepada Pemerintah. Setelah AJB barulah masuk pada pengurusan sertifikat.

Kemudian para pengurus HPKP dan koperasi terjadi selisih paham atau beda pendapat terkait kerjasama itu. Sebagaimana diketahui, pengurus HPKP itu juga merupakan sekaligus pengurus koperasi.

Tiba-tiba muncul keributan sehingga sampai gugatan ke PTUN. Dalam putusan itu salah seorang pengurus HPKP maupun koperasi bernama Hadis Lani mengatakan bahwa dia adalah ketua LSM HPKP di daerah tersebut maupun ketua koperasi itu.

Terdakwa Ahmad Mipon dilaporkan sebagai penipuan dan penggelapan, sementara yang melakukan membangun pasar itu adalah terdakwa dan juga dia yang menjual. (dam)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada Begal Rekening!

Senin, 20 Juni 2022 | 12:55 WIB

Miris! Sejoli Ini Lakukan Aborsi Berulang Kali

Senin, 13 Juni 2022 | 12:17 WIB

MV Dumai Line 5 Terbakar, 1 ABK Tewas

Kamis, 9 Juni 2022 | 09:41 WIB
X