Mahfud MD Sebut Personel Polri yang Sembunyikan Fakta Tewasnya Brigadir J Bisa Diproses Pidana

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 06:41 WIB
Menko Polhukam, Mahfud MD. (pikiran-rakyat.com)
Menko Polhukam, Mahfud MD. (pikiran-rakyat.com)

Sebanyak 28 personel Polri yang tengah menjalani proses etik terkait penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J bisa diproses secara pidana.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat menyinggung keterangan pers yang disampaikan pihak kepolisian pada awal penanganan kasus yang ternyata kini diketahui tidak sesuai fakta.

"Itu tidak boleh memberikan keterangan yang belum jelas, terjadi tembak menembak sehingga yang satu mati, itu alat buktinya tidak ditunjukkan, lalu yang satu bilang itu (Bharada E) ahli nembak, empat tembakan kena semua, seakan-akan meyakinkan padahal itu enggak bisa nembak," kata Mahfud dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (9/8/2022) malam.

"Pertama bisa dinilai tidak profesional. Sudah pasti itu tidak profesional, nanti kalau ketemu bahwa oh ini ada kesengajaan menyembunyikan fakta, itu bisa dipidana. Jadi, berhimpit antara disiplin dan pidana," sambungnya menjelaskan.

Meski demikian, Mahfud mengapresiasi kinerja Polri, terutama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilai serius mengusut dan mengungkap kasus ini. Khususnya, dalam menemukan dalang utama perkara tersebut, yakni Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) .

"Proficiat untuk Pak Listyo Sigit dan timsus, para jenderal bintang tiga, dua, satu, dan seterusnya ke bawah. Penetapan mantan kadiv Propam Irjen FS sebagai tersangka beserta satu orang bintara dan satu orang tamtama serta satu orang sipil dan pengusutan lebih lanjut terhadap 28 personel lainnya adalah bukti bahwa Polri senantiasa menjalankan amanah dan kepercayaan masyarakat," tutur dia.

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Agung Budi menuturkan, tiga perwira tinggi (pati) Polri ditahan terkait kasus kematian Brigadir J. Mereka ditempatkan khusus di Markas Komando (Mako) Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok.

"Tiga perwira tinggi ditempatkan di Mako Brimob," kata Agung Budi, Selasa (9/8/2022) malam.

Satu dari tiga perwira tinggi itu ialah Irjen Pol Ferdy Sambo, yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Sedangkan dua orang lainnya adalah perwira tinggi berpangkat jenderal bintang satu karena diduga melanggar kode etik dan perilaku Polri.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdy Sambo Dipindahkan ke Rutan Mako Brimob

Minggu, 25 September 2022 | 13:45 WIB

Waspadalah! Pinjol Ilegal Teror Korbannya dengan Cara Ini

Minggu, 25 September 2022 | 08:01 WIB

Hakim Agung Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka Kasus Suap

Sabtu, 24 September 2022 | 07:46 WIB

Duh Teganya! Bayi Laki-laki Dibuang di Rumah Kontrakan

Jumat, 23 September 2022 | 16:32 WIB

Banding Ferdy Sambo Ditolak, Tetap Dipecat dari Polri

Selasa, 20 September 2022 | 08:40 WIB

Tetangga Bacok Bapak dan Anak di Sagulung

Senin, 5 September 2022 | 17:33 WIB
X