Pengaduan Putri Candrawathi ke Komnas HAM Telah Dilecehkan Brigadir J Dinilai Kebohongan

- Jumat, 2 September 2022 | 13:50 WIB
Putri Candrawathi. (internet)
Putri Candrawathi. (internet)

Kuasa Hukum Brigadir Josua Hutabarat (Brigadir J) Kamaruddin Simanjuntak menilai pengakuan istri bekas Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) soal dugaan kekerasan seksual yang dialami merupakan kebohongan.

Diketahui, Putri Candrawathi mengaku kepada Komnas HAM telah dilecehkan oleh Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah pada 7 Juli 2022 lalu.

Hal inilah yang membuat Komnas HAM kemudian menduga sebagai penyebab Ferdy Sambo membunuh Brigadir J.

"Iya, itu kata kuncinya pembohong, jangan dipercaya, apalagi pembunuh. Pembohong saja tidak dipercaya apalagi pembunuh," ujarnya Kamaruddin dilansir okezone.com, Jumat (2/9/2022).

Pengakuan tersebut pun menjadi rekomendasi Komnas HAM ke Polri untuk ditindaklanjuti.

Komnas HAM sendiri tidak memiliki bukti soal dugaan kekerasan seksual yang dialami oleh Putri Candrawathi selain pengakuan tersebut.

Komnas HAM hanya mengacu pada Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dimana disebutkan kalau sebuah pengakuan dapat dijadikan petunjuk awal bagi polisi untuk melakukan penyelidikan.

Padahal, Putri Candrawathi sempat melaporkan dugaan kasus tersebut ke Polres Jakarta Selatan namun SP 3 atau dihentikan.

"Sudah dilakukan penyidikan ternyata tidak ada (tidak terbukti ada kekerasan seksual). Jadi pertama di bilang kejadiannya di duren tiga. Lalu karena tidak terbukti lompat dia ke Magelang," kata Kamaruddin.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seorang Wartawan di Batam Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 24 November 2022 | 13:49 WIB

Brigjen Hendra Kurniawan Dipecat dari Polri

Senin, 31 Oktober 2022 | 18:58 WIB

Persidangan Perkara Ferdy Sambo Cs Digelar Terbuka

Senin, 10 Oktober 2022 | 11:22 WIB
X