Waspadalah! Pinjol Ilegal Teror Korbannya dengan Cara Ini

- Minggu, 25 September 2022 | 08:01 WIB
ilustrasi (internet)
ilustrasi (internet)

Jerat jebakan pinjaman online (Pinjol) masih banyak menghantui masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena kurangnya literasi masyarakat serta mudahnya mereka tergiur dengan iming-iming yang menjanjikan.

Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Minggu, 25 September 2022, menurut Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), terdapat dua ciri dari pinjaman online (pinjol) ilegal.

Pertama, pinjol ilegal akan menggunakan dan menyebarkan data pribadi nasabahnya.

Kedua, pinjol ilegal juga melakukan penagihan dengan model teror, intimidasi, dan menerapkan biaya bunga yang tinggi.

Selain AFPI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencirikan pinjol sebagai perusahaan lending yang melakukan bisnis di Indonesia tetapi tidak melalui izin. Mereka, pinjol ilegal, bisa menerapkan bunga 1 sampai 2 persen per hari.

Contohnya, total pembayaran yang seharusnya Rp 1,2 juta, kemudian seseorang terlambat 2 hari, total pembayaran bisa langsung menjadi Rp 1,5 juta.

Selain itu pinjol ilegal juga melakukan penagihan pinjaman secara kasar disertai ancaman. Pinjol ilegal juga biasanya meminta akses data pribadi secara berlebihan.

OJK menjelaskan, pelaku pinjol ilegal ini rata-rata sulit dideteksi. Berdasarakan penelusurannya, server, sistem elektronik, dan aplikasi dari pinjol ilegal biasanya berada di luar negeri.

Lebih jauh, pinjol ilegal biasanya menawarkan pinjaman melalui pesan pribadi. Berbeda dengan pinjol yang memiliki izin tidak diperkenankan melakukan penawaran melalui aplikasi pesan misalnya SMS atau Whatsapp.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seorang Wartawan di Batam Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 24 November 2022 | 13:49 WIB

Brigjen Hendra Kurniawan Dipecat dari Polri

Senin, 31 Oktober 2022 | 18:58 WIB

Persidangan Perkara Ferdy Sambo Cs Digelar Terbuka

Senin, 10 Oktober 2022 | 11:22 WIB
X