Ada Nama Ketua DPRD Karimun Dalam Kasus Dugaan Korupsi PDAM

- Rabu, 14 Juli 2021 | 12:56 WIB

KARIMUN (HK)-Sejumlah fakta baru dalam kasus dugaan korupsi di tubuh PDAM Tirta Karimun mulai bermunculan. Terbaru, nama Ketua DPRD Karimun, YS ikut terseret dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp4,9 miliar itu.

YS disinyalir ikut menerima aliran dana sebagaimana disampaikan mantan Kepala Bagian Keuangan PDAM Tirta Karimun, JS yang menjadi terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Selasa, 6 Juli 2021 lalu.

Meski namanya muncul dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Hanya saja, tidak ada bukti pendukung kalau YS menerima aliran dana dalam kasus itu.

Kendati begitu, YS tetap dimintai keterangan dalam persidangan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun, Tiyan Andesta, mengatakan kalau nama YS itu muncul dalam fakta persidangan. Bahkan, yang bersangkutan juga telah dimintai keterangan dalam sidang.

"Ketua Dewan ada disebutin. Itu disebutkan dalam persidangan," ujar Tiyan.

Selain Ketua DPRD Karimun, juga disebut nama-nama anggota dewan dan juga dinas-dinas di Pemkab Karimun. Uang yang diberikan sebagai bentuk "uang servis" dengan nilai nominalnya hampir mencapai Rp150 juta lebih.

Hanya saja, kata Tiyan, terdakwa tidak bisa menunjukkan bukti pemberian uang kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam persidangan itu.

"Mungkin secara moral dia salah, tapi secara hukum belum tentu salah karena bukti tak ada. Karena pengungkapan kasus korupsi itu by data," jelasnya.

Ketua DPRD Karimun, YS ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah memberikan klarifikasi kepada Kasi Pidsus Kejari Karimun terkait dirinya sebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi di tubuh PDAM Tirta Karimun.

"Saya kan sudah memberikan klarifikasi saat dipanggil Kasi Pidsus (Kejari Karimun)," ujar YS ketika dikonfirmasi via ponselnya, Rabu (14/7/2021).

Bahkan, kata YS, sudah ada pernyataan dengan materai dari mantan Direktur dan mantan Kabag Keuangan PDAM Tirta Karimun yang menyebutkan kalau apa yang disampaikan itu tidak benar.

"Sudah ada surat pernyataan diatas materai dari PDAM kepada saya yang menyatakan kalau itu tidak benar," jelasnya.

YS menyebut, kalau namanya disebut-sebut dalam kasus itu hanyalah suatu bentuk permainan.

"Tak adalah itu, permainan semua itu. Kata-kata yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Biasalah, lembaga politik," tuturnya.

Sidang kasus dugaan korupsi PDAM Tirta Karimun di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang sudah memasuki agenda pembacaan tuntutan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai Karimun menahan mantan Direktur PDAM Tirta Karimun dengan inisial IS dan mantan kepala bagian keuangan inisial JS. Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp4,9 miliar.

“Kedua tersangka ditahan karena diduga melakukan penyalahgunaan retribusi untuk kepentingan pribadi,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, Rahmat Azhar saat konferensi pers, Rabu, 16 Desember 2020 lalu. (ham)

Editor: Ilham Sijori

Terkini

X