Marah-Marah Ditagih Utang, Awas Masalah Mental dan Stroke!

- Minggu, 31 Oktober 2021 | 10:18 WIB
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)

Cerita orang marah-marah saat ditagih utang, mungkin kerap kita dengar. Atau, kita juga pernah marah-marah saat ditagih utang.

Untuk yang marah-marah saat ditagih utang, Anda perlu tahu bahwa perbuatan Anda itu berisiko merusak kesehatan mental, lho.

Baca Juga: Soal Harga PCR, Rumah Sakit dan Lab Nakal Bakal Ditindak

Ya, bersikap marah kepada pengutang bisa membuat mental menjadi bermasalah, bahkan memengaruhi kesehatan fisik.

Dijelaskan dalam laman Thrive Works, marah itu sendiri merupakan respons yang mudah diakses dan paling mendasar dari seorang manusia. Sementara dibaliknya ada emosi pemicu sebenarnya, seperti frustasi, pengabaian, kesepian, dan kehilangan.

Baca Juga: Berikut Hasil Liga Spanyol Tadi Malam: Madrid ke Puncak Klasemen

"Sebagai respons biologis, kemarahan melepaskan sejumlah besar kortisol dan adrenalin ke dalam aliran darah, yang dalam jangka panjang mengganggu kemampuan tubuh menyembuhkan diri sendiri," kata laporan tersebut.

Marah sebetulnya boleh dilakukan, selama Anda bisa mengontrol kembali emosi tersebut untuk membersihkan diri dari kortisol dan adrenalin yang memegang kendali. Sederhananya, normal untuk marah tapi jangan biarkan emosi itu memengaruhi diri Anda terus-menerus hingga mengalihkan emosi lainnya.

Baca Juga: Bola Mania! Ini Hasil Liga Inggris Tadi Malam

Lebih lanjut, Terapis Profesional Patrice Douglas menerangkan bahwa marah terbukti memengaruhi kesehatan fisik, terlebih jika marahnya terjadi terlalu sering dan tidak diatasi dengan benar.

"Kemarahan dapat membahayakan Anda atau membunuh Anda. Saat kita marah, tubuh membutuhkan waktu 3 detik untuk masuk ke mode 'fight or flight' yang artinya tubuh kita sudah siap untuk menerima serangan. Nah, saat marah kita tetap dalam keadaan ini selama kurang lebih 30 menit setiap kali marah muncul," terangnya.

Baca Juga: Bola Mania! Ini Hasil Liga Inggris Tadi Malam

Kondisi tersebut, tambah Douglas, membuat tubuh merasa haus dan lelah yang menyebabkan sistem imun turun, yang pada akhirnya membuat Anda gampang sakit. Selain itu, risiko tekanan darah tinggi dan detak jantung tidak beraturan juga bakal Anda alami yang mana ini menyebabkan serangan jantung atau stroke.

"Jadi, kemarahan yang terus menerus dan tidak terselesaikan dapat membuat Anda lebih mudah sakit. Ini juga dapat membuat Anda sakit migrain, tekanan darah tinggi dan masalah gastritis," terang Douglas.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Mau Tahu Pentingnya Sarapan Bagi Anak?

Rabu, 22 Februari 2023 | 09:48 WIB

Berikut Lima Sarapan untuk Penderita Maag

Minggu, 12 Februari 2023 | 08:30 WIB

Kasus Ginjal Akut Kembali Ditemukan di Jakarta

Senin, 6 Februari 2023 | 15:05 WIB

Mau Tahu Manfaat Bermain Bagi Anak?

Sabtu, 4 Februari 2023 | 18:11 WIB

Kepri Belum Ditetapkan Sebagai Wilayah Endemi

Rabu, 25 Januari 2023 | 09:36 WIB

Waspada! Nitrogen pada Cikibul Berbahaya bagi Tubuh!

Selasa, 17 Januari 2023 | 09:44 WIB

Lato-Lato Dinilai Dapat Melatih Motorik Anak

Sabtu, 7 Januari 2023 | 10:02 WIB

Bolehkah Olahraga saat Kondisi Tubuh Kurang Sehat?

Senin, 12 Desember 2022 | 09:38 WIB
X