Benarkah Metode Persalinan Lotus Birth Lebih Efektif?

- Senin, 15 Agustus 2022 | 16:06 WIB
Adella Zaskia Raihana. (istimewa)
Adella Zaskia Raihana. (istimewa)

Oleh: Adella Zaskia Raihana, Mahasiswa Akademi Kebidanan Anugerah Bintan Tanjungpinang

Lotus Birth merupakan metode persalinan yang sudah ada sejak dahulu, namun belum diterapkan secara umum oleh dokter maupun bidan. Metode ini sedikit berbeda dengan metode persalinan lain.

Pada umumnya, tali pusat akan dipotong sesaat setelah bayi dilahirkan dan saat plasenta masih ada di dalam tubuh ibu. Sementara Lotus Birth, tidak demikian.

Lotus birth adalah metode persalinan dengan membiarkan plasenta tetap terhubung dengan tali pusat (tidak dipotong) setelah bayi dilahirkan hingga beberapa hari setelahnya.

Plasenta ini akan dibiarkan melekat dengan bayi baru lahir hingga terlepas sendiri setelah beberapa hari. Biasanya plasenta akan terlepas sekitar 3-10 hari setelah persalinan, tergantung kelembaban udara.

Melansir dari laman Science Based Medicine, plasenta yang dibiarkan melekat pada bayi baru lahir ini ditempatkan dan disimpan di dalam wadah yang berisi ramuan khusus. Tujuannya tentu saja adalah untuk menghlangkan bau. Plasenta yang sudah ditempatkan di dalam wadah juga dibiarkan kering dan diberi garam, bunga atau rempah-rempah yang mengeluarkan wewangian.

Lotus birth adalah metode persalinan yang menerapkan konsep alamiah dengan mempercayai bahwa plasenta sudah menjadi bagian dari bayi selama sembilan bulan.
Metode ini seolah “menghormati” proses persalinan dan hubungan yang dimiliki bayi dengan tali pusat dan plasenta selama di dalam kandungan. Jika tali pusat dipotong secara tiba-tiba seperti pada proses persalinan biasa, dinilai berisiko menimbulkan stres pada bayi.

Oleh karena itu, dengan membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya setelah lahir, maka ibu telah melahirkan buah hatinya ke dunia secara alami. Metode ini juga membantu bayi beradaptasi secara perlahan dengan dunia luar yang baru dikenalnya. Selain itu, ibu juga dapat memberikan kesempatan pada bayi untuk mengambil seluruh manfaat yang ada pada plasenta secara optimal.

Berbicara tentang manfaat, apa sajakah sebenarnya manfaat dari metode persalinan dengan Lotus Birth ini? Apakah benar metode persalinan Lotus Birth mendatangkan lebih banyak manfaat daripada metode persalinan biasa?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa pemotongan tali pusat pada bayi yang baru lahir sebaiknya ditunda dan tidak disarankan untuk memotong tali pusat terlalu awal, kecuali dalam kondisi darurat di mana bayi tidak dapat bernapas dan memerlukan tindakan resusitasi bayi. Penundaan pemotongan tali pusat ini bermanfaat bagi kebutuhan nutrisi dan kesehatan bayi baru lahir.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berikut Pemanis Alami yang Menyehatkan

Senin, 26 September 2022 | 08:35 WIB

Pakar: Air Sangat Penting untuk Tubuh

Kamis, 22 September 2022 | 08:43 WIB

WHO Prediksi Fase Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Rabu, 21 September 2022 | 10:36 WIB

Terjangkit Cacar Monyet? Berikut Syarat Isoman

Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:13 WIB

Sudah Ada 23 Suspek Cacar Monyet di Indonesia

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 11:13 WIB

Dokter Gigi Sangat Dibutuhkan di Indonesia

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 16:17 WIB

Benarkah Metode Persalinan Lotus Birth Lebih Efektif?

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:06 WIB

Berapa Suhu Terbaik untuk AC?

Minggu, 7 Agustus 2022 | 17:57 WIB
X