Nuklir itu Banyak Manfaatnya, Harus Diawasi dengan Seksama

- Minggu, 19 September 2021 | 09:10 WIB
Bambang Setiabudi, Humas BAPETEN. (istimewa)
Bambang Setiabudi, Humas BAPETEN. (istimewa)

Oleh: Bambang Setiabudi, Humas BAPETEN

Ketika mendengar kata nuklir, yang pertama terlintas dalam pikiran kita adalah bom, peperangan, radiasi, dan sebagainya. Karena memang itulah gambaran historis yang telah ada di benak kita. Nuklir menjadi begitu menakutkan lewat hancurnya kota Nagasaki dan Hiroshima pada tahun 1945 oleh Bom Atom Amerika.

Kemudian kecelakaan nuklir Thee Miles Island tahun 1979 dan kecelakaan nuklir Chernobil tahun 1986. Dan yang terakhir adalah kebocoran reaktor nuklir Fukushima di Jepang tahun 2011. Itulah gambaran buruk tentang nuklir yang pernah ada.

Tetapi, kita perlu tahu bahwa saat ini nuklir untuk perdamaian justru semakin berkembang dan banyak dimanfaatkan di dunia termasuk di Indonesia.

Dalam dunia industri maupun kesehatan, terdapat berbagai peralatan medis yang menggunakan aplikasi teknologi nuklir. Hal ini membuktikan bahwa pengaplikasian teknologi nuklir sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.

Pada bidang industri teknologi, nuklir digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa tanpa harus membongkar pipa atau menghentikan proses produksi. Lalu, untuk penggunaan pada pabrik kertas, untuk mengukur ketebalan kertas HVS agar setiap lembar ketebalannya sama, juga menggunakan teknologi nuklir.

Untuk menyamakan ketinggian isi minuman pada setiap minuman botol yang diproduksi oleh pabrik juga dengan teknologi nuklir. Mengukur ketebalan tembakau dalam pabrik rokok pun konon menggunakan teknologi nuklir, agar kepadatan tembakau dalam setiap rokok sama.
Pada bidang kesehatan, teknologi nuklir digunakan untuk diagnostik dan terapi. Contoh peralatan kesehatan yang memanfaatkan teknologi nuklir adalah Rontgen, Kamera Gamma, CT-Scan, PET, dan sebagainya.

Pemanfaatan teknologi nuklir untuk keamanan dengan menggunakan sinar-X adalah untuk scanning bagasi, koper, dan tas bawaan penumpang pesawat di bandara. Apabila penumpang membawa barang terlarang atau senjata misalnya, akan terdeteksi dan berurusan dengan pihak keamana bandara.

Pada bidang pertanian, BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) telah lama mengembangkan varietas tanaman yang unggul yang tahan hama, tahan kekeringan, dan mempercepat masa panen. Ini menggunakan teknik mutasi radiasi yang tentu saja hasil panennya aman untuk dikonsumsi. Demikian juga sterilisasi produk pangan untuk tujuan eksport dan sebagainya juga menggunakan teknologi nuklir.

Pada bidang penelitian, Indonesia sudah memiliki 3 reaktor nuklir yaitu Reaktor Kartini di Yogyakarta, Reaktor Triga Mark di Bandung, dan Reaktor GA Siwabessy di Tangerang.
Pemanfaatan teknologi nuklir tersebut tentu saja memberikan manfaat yang besar buat manusia. Tetapi di balik manfaatnya tersebut, menyimpan potensi bahaya yang besar bila digunakan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pemanfatan teknologi nuklir yang tidak semestinya, tidak sesuai aturan menimbulkan bahaya yang besar untuk pengguna teknologi nuklir itu sendiri, bagi masyarakat, dan lingkungan sekitarnya. Terpapar radiasi nuklir pada manusia bisa menimbulkan efek bahaya determinsitik (seketika) maupun efek stokastik (jangka panjang).

Pencemaran radiasi pada lingkungan yang menimbulkan paparan radiasi tinggi di atas ambang batas normal juga perlu penanganan khusus sebagaimana pernah terjadi temuan sumber radiasi Cesium di Perumahan BATAN Indah Serpong Tangerang pada awal 2020.

Untuk menjamin agar pemanfaatan tenaga nuklir aman dan selamat bagi pengguna, masyarakat dan lingkungan, hadirlah Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebagai lembaga negara yang tugasnya mengawasi pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia.

Tugas dan fungsi Pengawasan BAPETEN dilakukan melalui tiga pilar yaitu pengaturan, perizinan dan inspeksi.

Pengaturan dimaksudkan adalah BAPETEN membuat regulasi pemanfaatan tenaga nuklir sesuai standar internasional. Lalu, setiap orang atau badan yang menggunakan tenaga nuklir harus mempunyai izin dari BAPETEN dengan persyaratan-persyaratan tertentu untuk menjamin keselamatan. Dan untuk membuktikan dipatuhinya peraturan pemanfaatan tenaga nuklir tersebut, dilakukan inspeksi kepada fasilitas pengguna teknologi nuklir.

Apabila ditemui di lapangan ternyata pengguna izin BAPETEN tidak mematuhi peraturan, maka izinnya dapat dicabut bahkan bisa dituntut secara pidana.

Penulis yang merupakan pegawai BAPETEN dan mantan Pegawai BATAN mengamati bahwa tugas kedua lembaga ini dapat dijalankan dengan baik dan profesional.

Sudah banyak hasil litbang BATAN yang kini bergabung dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang sudah dipatenkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. BATAN banyak menerima penghargaan di tingkat nasional maupun internasional dan terus mengembangkan teknologi nuklir untuk kesejahteraan.

BAPETEN yang dulu bagian dari BATAN dan merupakan salah satu eselon II di BATAN juga senantiasa bekerja secara profesional, mandiri, dan independen. Bila ada fasilitas pengguna tenaga nuklir belum memenuhi syarat dalam pengajuan izin, walaupun itu dari BATAN maka izinnya akan ditangguhkan.

Penulis menilai bahwa ketatnya pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir bertujuan agar penggunaan tenaga nuklir itu aman dan selamat bagi pengguna izin, masyarakat, dan lingkungan.

Di balik manfaat nuklir yang banyak tersebut tersimpan potensi resiko bahaya besar pula yang harus diawasi. Di sini negara hadir melalui BAPETEN untuk mengawasinya. ***

 

 

 

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Polisi Selidiki Kebakaran Gedung Cyber 1 Mampang

Jumat, 3 Desember 2021 | 11:01 WIB

Apa Itu Gedung Cyber 1 yang Terbakar Siang Tadi?

Kamis, 2 Desember 2021 | 17:29 WIB

Bandar Narkoba di Riau Dituntut Hukuman Mati

Rabu, 1 Desember 2021 | 07:59 WIB

Penyerang Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD Riau Ditangkap

Selasa, 30 November 2021 | 14:02 WIB

DKI Jakarta Kembali Terapkan PPKM Level 2 Mulai Hari Ini

Selasa, 30 November 2021 | 08:39 WIB

Istri Bagikan Detik-detik Kepergian Ameer Azzikra

Senin, 29 November 2021 | 09:06 WIB
X