Inovasi Global dan Tantangan Moralitas

- Minggu, 28 November 2021 | 10:54 WIB
H. Muhammad Nasir. (istimewa) (H. Muhammad Nasir. (istimewa))
H. Muhammad Nasir. (istimewa) (H. Muhammad Nasir. (istimewa))

Oleh: H.Muhammad Nasir, S.Ag., MH, Kakan Kemenag Lingga

Memuncaknya capaian hasil cipta teknologi di semesta raya globalisasi telah mempresentasikan wajah dunia yang ketidakpastian. Masyarakat global sedang berhadapan dengan ambiguitas nilai yang membangun semangat masa depan.

Masyarakat dunia sedang merancang masa depan melalui lompatan perubahan dalam seluruh skala lini kehidupan. Era seperti ini disebut dengan era disrupsi.

Di era disrupsi, masyarakat dunia menghadapi guncangan psikologis yang sangat dahsyat. Ciri kehidupan sangat tidak menentu yang oleh para puturolog disebut dengan VUCA atau singkatan dari Volatility, Uncertainity, Complexity dan Ambiguity (Prof. Dr. Arif Satria: 2021).
Dalam kehidupan seperti itu, kebingungan dan ketidakpastian menjadi realitas sosial yang tak terbantahkan. Kebingungan sosial merambah masuk dalam prilaku agama, sehingga prinsip-prinsip keimanan dalam persaingan hidup tidak mutlak menjadi pedoman.

Baca Juga: Sofyan A. Djalil: Hati-hati Mempercayakan Pengurusan Sertifikat Tanah kepada Orang Lain

Moralitas iman tidak dijadikan basis perilaku seseorang atau kelompok orang karena basis kebaikan sering dinilai dari perspektif kemanusiaan semata dengan kurang mempertimbangkan perspektif ke-Tuhanan. Hal ini dapat menyebabkan rapuhnya tatanan moralitas dan bahkan keyakinan beragama itu sendiri.

Inovasi global menjadi tantangan yang cukup berat jika kesiapan umat beragama lemah tak berdaya. Moralitas bangsa akan rapuh, saling curiga satu sama lain akan tumbuh akibat konsumsi informasi yang overloaded. Hidup dibanjiri oleh limpahan Informasi, dan kadang tidak kita butuhkan. Limpahan informasi yang kita konsumsi itu cenderung melalaikan dan memalingkan kita dari kebiasaan baik dalam agama.

Walaupun demikian rapuhnya moralitas agama akibat inovasi global tentu ada solusi diantaranya adalah dengan kembali menciptakan kekuatan diri melalui peneguhan dan pemantapan prilaku iman dan amal nyata.

Disini perlunya kelincahan dan kesiapan menghadapi tantangan perubahan yang terjadi. Kita harus kembali memperkuat visi iman dan keyakinan agar keteguhan hati dan moralitas agama tidak bergeser dan tidak berubah dalam situasi apapun.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

JIS Dirancang Multi Fungsi Termasuk untuk Konser

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:22 WIB

Pasca Gempa M6,6 Banten, 3.078 Bangunan Rusak

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:17 WIB

Ada Dua Gempa Terjadi Hari Ini, Selasa 18 Januari 2022

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:10 WIB

Banyaknya Gempa Susulan tidak Mengarah ke Gempa Besar

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:21 WIB

Nama Ibukota Baru, Menteri PPN: Nusantara

Senin, 17 Januari 2022 | 19:49 WIB

Gempa Sukabumi, BMKG: Memiliki Mekanisme Thrust Fault

Senin, 17 Januari 2022 | 09:51 WIB

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Banten

Senin, 17 Januari 2022 | 08:57 WIB

BMKG Perbarui Data Gempa Banten. Ini Penjelasannya

Sabtu, 15 Januari 2022 | 12:26 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang NTB Dinihari Tadi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 08:21 WIB
X