Wakil Ketua MPR Minta Guru Pemerkosa 12 Santriwati Dihukum Mati

- Sabtu, 11 Desember 2021 | 07:36 WIB
Hidayat Nur Wahid. (pikiran-rakyat.com)
Hidayat Nur Wahid. (pikiran-rakyat.com)

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid (HNW), mendesak agar guru yang diduga melakukan tindakan asusila dan pemerkosaaan terhadap lebih dari 12 santriwati di bawah umur di Bandung, Jawa Barat, dihukum terberat.

“Mendengar terulangnya kejahatan yang terkutuk ini, yang menabrak hukum negara dan hukum agama, sudah sangat selayaknya pelaku dihukum dengan pemberatan apakah dengan hukum kebiri, atau hukuman pidana seumur hidup, bahkan hukuman pidana mati,” kata Hidayat melalui siaran persnya, dikutip pada Sabtu, 11 Desember 2021.

Baca Juga: Merantau

HNW mengatakan, dasar hukum untuk menjatuhkan hukuman dengan pemberatan tersebut adalah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Ia menjelaskan selain mengatur hukuman kebiri, aturan tersebut juga memuat hukuman pidana seumur hidup dan hukuman mati bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Baca Juga: Sedikit Bakti Ananda

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera itu menunjuk Pasal 81 UU yang mengesahkan Perppu Kebiri tersebut. Ketentuan itu berbunyi, “Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D menimbulkan korban lebih dari satu orang, mengakibatkan luka berat, ganggungan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, pelaku dipidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun.”

Baca Juga: Mut

Sedangkan Pasal 76D berbunyi, “setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.”
“Salah satu syarat untuk menjatuhkan hukuman maksimal sudah terpenuhi, karena korbannya adalah anak-anak di bawah umur yang diduga lebih dari satu yakni ada 12 malah ada yang menyebutkan 21 santriwati,” katanya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Gempa M5,1 Guncang Bengkulu, Berikut Penjelasan BMKG

Minggu, 7 Agustus 2022 | 12:18 WIB

PWI Sumbar Sementara Dikomandoi Plt

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:37 WIB

Gempa M 4,9 Guncang Tapanuli Tengah Sumut

Selasa, 2 Agustus 2022 | 08:11 WIB

KPU Buka Pendaftaran Parpol Mulai Hari Ini

Senin, 1 Agustus 2022 | 09:04 WIB

Gempa M5,6 Guncang Aceh

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:03 WIB

Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi

Minggu, 31 Juli 2022 | 06:33 WIB

Gempa M5,1 Goyang Ratahan Mitra Sulut

Sabtu, 30 Juli 2022 | 18:15 WIB
X