Waduh! WHO Minta Penerima Vaksin Sinovac- Sinopharm Segera Divaksin Booster, Ini Alasannya

- Senin, 13 Desember 2021 | 16:52 WIB
Ilustrasi (Freepik)
Ilustrasi (Freepik)

 

HALUAN KEPRI – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO ) merekomendasikan mereka yang menerima vaksin dari virus covid-19 yang dimatikan (inactivated) untuk segera mendapatkan vaksin dosis ketiga (booster).

Sinovac dan Sinopharm merupakan vaksin yang menggunakan metode inactivated virus paling banyak digunakan di dunia, termasuk di Indonesia.

Rekomendasi tersebut muncul setelah Kelompok Ahli Penasihat Strategis pada Imunisasi (SAGE), mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi vaksin booster COVID-19.

"Saat ini kami terus mendukung perlunya pemerataan distribusi (vaksin) dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka (dengan gangguan kekebelan tubuh dan penerima vaksin tidak aktif)," ungkap Ketua SAGE, Alejandro Cravioto seperti dikutip dari CNN, Minggu (12/12).

Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan lebih karena berkurangnya imunitas seiring berjalannya waktu.

Alejandro mengatakan, vaksin memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah, setidaknya selama enam bulan. Namun, data menunjukkan kekebalan berkurang terhadap orang dewasa yang lebih tua dengan penyakit parah, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan.

Rekomendasi ini juga diberikan menimbang penyebaran Covid-19 varian omicron terus meluas ke berbagai negara. Untuk itu, peningkatan vaksinasi juga perlu segera ditingkatkan, termasuk melalui pemberian dosis ketiga.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi United Nation, WHO menuliskan orang berusia 60 dan lebih tua yang menerima vaksin Sinovac dan Sinopharm harus mendapatkan dosis ketiga meskipun penggunaan vaksin lain juga dapat dipertimbangkan tergantung pada pasokan dan akses.

"Kami mendukung pemerataan distribusi (vaksin) dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka yang bermasalah kesehatan atau orang yang menerima vaksin inaktif," katanya

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Sumber: detik.com, CNN Indonesia

Tags

Terkini

Buya Syafii Maarif Wafat, Ini Profilnya

Jumat, 27 Mei 2022 | 11:30 WIB

Anak Ridwan Kamil Hilang di Sungai Aaree Swiss

Jumat, 27 Mei 2022 | 11:21 WIB

Gempa M6,2 Landa Nias, BMKG: Gempa Dangkal

Kamis, 26 Mei 2022 | 10:00 WIB

Ribuan Orang Terjebak Banjir Rob di Semarang

Selasa, 24 Mei 2022 | 09:05 WIB
X