NU dan Tantangan Perubahan

- Rabu, 12 Januari 2022 | 15:38 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

3. Memutuskan perkara atau problem yang dahadapi masyarakat, berdasarkan ayat,” Dan Allah turunkan bersama mereka al-Kitab dengan benar, agar dapat memutuskan perkara yang diperselisihkan manusia”, (QS,al-Baqarah/2; 213)

4. Memberikan contoh pengamalan, sesuai dengan hadits Aisyah ra. yang diriwayatkan Bukhari yang menyatakan bahwa perilaku nabi adalah praktek AlQur'an.

Dengan demikian gerakan pembelajar merupakan keniscayaan, bagi kiprah NU saat ini. Bangsa-bangsa besar sepanjang sejarah selalu bertumpu pada kekuatan umat yang pembelajar.

Umat pembelajar adalah umat yang mampu menjadikan nilai agamanya sebagai dasar aktualitas moral. Hanya dengan dasar itu umat beragama dapat lincah dan teguh menjawab tantangan dan perubahan dalam kehidupan.

Kedua: Memperteguh peran ulama dalam membangun ketahanan Iman
Peran ulama sangatlah komplek dan mulia. Apalagi di saat umat mulai kehilangan panutan seperti saat ini. Ulama NU sangat dituntut mampu menunjukkan kiprah dan perannya dalam menghadapi kehidupan global yang penuh tantangan.

Dalam kehidupan global ulama dipaksa harus bersentuhan dengan kompleksitas kehidupan masyarakat global. Mulai dari kehidupan politik, ekonomi, budaya dan bahkan ulama terpaksa hadir dalam system pasar global di dunia internasional.

Sebagai pewaris para Nabi, ulama dituntut mempertegas peran dan fungsinya. Yang paling utama diantaranya adalah peran amar ma’ruf nahyi munkar. Agar peran ini dapat dilaksanakan dan NU dapat menjadi solutif dalam mempeteguh moralitas berbangsa dan beragama pada era perubahan, NU harus tangkas membangun kolaborasi dengan seluruh kekuatan bangsa dan agama secara terpadu. Kekuatan bangsa mengambil posisi sebagai tehnologi dan regulasi dan kekuatan agama ada pada tegaknya nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Ketiga: Membingkai godaan politik kekuasaan dalam amar m’ruf nahyi munkar.
Nahdhatul Ulama (NU) adalah wadah atau organisasi strategis yang dapat meletakkan dasar-dasar tata kehidupan politik berbangsa dan beragama.

Dan ini sangatlah penting terutama dalam era perubahan. Di tubuh NU bersemayam ruh kehidupan yang tercermin dalam kepribadian para ulama yang ada di dalamnya. Melalui ruh kehidupan para ulama dapat memetakan jalan suci islam di tengah kehidupan sedang berjalan. Untuk itu sudah saatnya ulama berkiprah sebagai agen solutif di panggung dunia maya yang sedang dalam the runaway world (dunia yang tunggang langgang).

Merespon hal itu ulama dituntut memiliki sikap kritis obyektif dengan memahami terlebih dahulu persoalan yang terjadi. Umpamanya saja problem social baru ketika berhadapan dengan hegemoni pasar kapitalisme dan perkembangan social lainnya yang penuh ketidak pastian di era VUCA ( volatility, uncertainity, complexity dan ambiguity saat ini. Era VUCA adalah era yang penuh prediktif, sehingga nilai kebenaran dapat saja berubah menjadi nilai ketidak benaran.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Gempa M6,2 Landa Nias, BMKG: Gempa Dangkal

Kamis, 26 Mei 2022 | 10:00 WIB

Ribuan Orang Terjebak Banjir Rob di Semarang

Selasa, 24 Mei 2022 | 09:05 WIB

Nyam-Nyam! Solok Selatan Sumbar Panen Durian!

Minggu, 22 Mei 2022 | 14:45 WIB

Achmad Yurianto Wafat karena Kanker Usus

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:59 WIB

Sahabat UAS Pekanbaru Gelar Aksi Damai

Sabtu, 21 Mei 2022 | 06:32 WIB
X