Local Wisdom dan Budaya Keagamaan Perspektif Kepri

- Jumat, 21 Januari 2022 | 11:44 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

Oleh: H. Muhammad Nasir. S.Ag.MH, Kakan Kemenag Kepri

Mencermati perjalanan bangsa Indonesia akhir-akhir ini, banyak sekali tantangan yang dihadapi, utamanya terkait dengan isu keagamaan.

Menurut catatan para ahli sosial, penyebab terjadinya konflik dan ketegangan sosial dalam masyarakat, sebagaimana yang dikutip oleh Bahrul Hayat, PhD (2012), dalam bukunya Mengelola Kemajemukan Umat Beragama, terdapat beberapa faktor diantaranya adalah krisis di berbagai bidang, kesenjangan sosial ekonomi dan politik serta propaganda-propaganda keagamaan yang semakin menciptakan eksklusivitas dan sensitivitas kepentingan kelompok.

Indonesia dikenal sebagai negara yang terdiri dari banyak suku bangsa, budaya dan agama. Masyarakat Indonesia heterogen. Budaya bangsa yang banyak itu telah menjadi kearifan lokal (local wisdom) yang mengandung nilai luhur bangsa yang masih kuat tertanam dan menjadi identitas karakter warga masyarakatnya.

Baca Juga: Dahsyat! Semburan Awan Vulkanik Gunung Berapi Tonga Capai 39 KM

Namun disisi lain, nilai kearifan lokal sering diabaikan, karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zamannya. Padahal dari kearifan lokal tersebut dapat di promosikan nilai-nilai luhur yang bisa dijadikan model dalam pengembangan budaya bangsa Indonesia yang dapat sejajar dan saling mendukung dengan nilai-nilai keagamaan.
Artinya nilai-nilai kearifan lokal tidaklah menjadi musuh agama. Begitu pula sebaliknya. Jika hal ini dapat berjalan dengan baik dan saling melengkapi, maka kedua nilai tersebut akan menjadi tiang penyangga yang memperkokoh kerukunan beragama di Indonesia.

Selain itu dengan maraknya isu-isu intoleran dan new morality di era disrupsi saat ini seluruh elemen sosial masyarakat global tersentak dan bangkit untuk mempersepsi tantangan yang terjadi.

Hampir di belahan dunia isu global ini merambah dalam tatanan kehidupan beragama termasuk di Kepri.

Baca Juga: Revisi Terbatas UU Kelautan Berkolerasi Erat dengan Geografis Kepri

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perubahan Warna Pelat Nomor Kendaraan Gratis

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:50 WIB

Soal UAS di Singapura, Ini Penjelasan Dubes

Selasa, 17 Mei 2022 | 13:50 WIB

Fadli Zon Kecam Perlakuan Terhadap UAS

Selasa, 17 Mei 2022 | 12:40 WIB
X