Local Wisdom dan Budaya Keagamaan Perspektif Kepri

- Jumat, 21 Januari 2022 | 11:44 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

Sebagai masyarakat kepulauan, Kepri terkenal pula dengan masyarakat Melayu yang agamis. Masyarakat Kepri memiliki komitmen bahwa nilai-nilai kearifan lokal dalam budaya Melayu dan budaya agama harus menjadi modal kekayaan untuk merawat negeri ini menuju masyarakat yang aman, damai dan sejahtera lahir batin.

Artikel ini menjelaskan dalam perspektif masyarakat Kepri, bagaimana local wisdom dan budaya keagamaan dapat menjadi modal dasar dan perekat kerukunan beragama, serta bagaimana wawasan kepulauan berbasis Melayu menjadi peneguhan kerukunan dan toleransi beragama dalam masyarakat Kepri.

Pertama, Kearifan Lokal dan Budaya Keagamaan Aebagai Asset
Kearifan lokal adalah kebijaksanaan, kecerdikan, atau kepandaian yang merepresentasikan pengetahuan seseorang terhadap hakikat kehidupan dalam daerah atau suatu tempat yang memiliki karakteristik masing-masing.

Hal itu adalah sebagai sebuah kekayaan atau mozaik yang menjadi modal sosial bagi masyarakat. Dengan kata lain, kearifan lokal adalah berupa gagasan, nilai, dan tindakan yang menjadi kebudayaan suatu daerah dengan keunikan dan kekhasannya luar biasa.

Kemudian dalam ilmu antropologi, kearifan lokal disebut juga dengan istilah “local genius” sebagaimana pertama kali diperkenalkan oleh Quaritch Wales (1986). Sedangkan dalam pandangan Ayatrohaedi, kearifan lokal adalah “the sum of the cultural characteristic which the fast majority of a people have in common as a result of their experiences in early life” ( Ayatrohaedi: 1986).

Baca Juga: Miris! 20 Gajah Mati dengan Perut Penuh Sampah Plastik

Dalam kearifan lokal tercermin kemampuan kebudayaan setempat dalam menghadapi pengaruh kebudayaan luar yang semakin memberikan tekanan terhadap segala tradisi yang berkembang di masyarakat.

Kearifan lokal juga bisa dipahami sebagai sebuah gagasan, perilaku, atau tindakan yang bersifat murni dari tradisi dan kepercayaan masyarakat berdasarkan pengalaman hidup di suatu daerah yang masih mempertahankan kebudayaan sebagai hasil karya, cipta, dan karsa bagi mereka.

Masyarakat Indonesia umumnya dan Kepri khususnya bersifat religius, sehingga berbagai aspek perilaku kehidupan tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai dan budaya keagamaan.
Oleh karena itu salah satu ciri dari local genius biasanya ‘sangat terkait dengan sistem kepercayaan (Al Wasilah: 2009 ). Bagi mazhab positifisme, agama - sebagaiana juga seni dan sain - adalah bagian dari puncak-puncak ekspresi kebudayaan sehingga keduanya sering dikatagorikan sebagai civilization (peradaban), bukan sekedar kultur.

Namun, bagi kalangan teolog dan orang-orang yang beragama, kebudayaan adalah perpanjangan dari perilaku agama. Atau paling tidak agama dan budaya masing-masing memiliki basis ontologis yang berbeda, sekalipun keduanya tidak bisa di pisahkan. Agama bagaikan ruh yang datang dari langit, sedangkan budaya adalah jasad bumi yang siap menerima ruh agama, sehingga pertemuan keduanya melahirkan peradaban.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sastra dan Dunia Anak Saling Menyentuh

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:10 WIB

Izin 12 Outlet Holywings di Jakarta Dicabut

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:33 WIB

Pemprov DKI Diminta Cabut Izin Holywings

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:17 WIB

Tenaga Honorer Dihapus, Satpol PP Batam Resah

Rabu, 22 Juni 2022 | 19:07 WIB
X