Local Wisdom dan Budaya Keagamaan Perspektif Kepri

- Jumat, 21 Januari 2022 | 11:44 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

Ketiga, Penguatan Wawasan Kebangsaan Berbasis Moderasi
Sistem kepercayaan yang tumbuh dan berkembang di tanah melayu Kepulauan Riau telah terbukti secara kuat tidak dapat dipisahkan antara nilai agama dan nilai kemelayuan. Kedua nilai ini secara inheren telah lama tumbuh dan berkembang walaupun belum menunjukan kondisi ideal yang sesungguhnya.

Untuk membangun rasa cinta tanah air sejatinya dimulai dari membangun wawasan kebangsaan berbasis melayuisme (paham yang memandang nilai-nilai Melayu adalah nilai agama dan begitu sebaliknya ).

Menata sikap kebangsaan dengan memadukan nilai-nilai melayu dan agama adalah satu kewajaran. Namun tetap dengan sikap seimbang, adil dan pertengahan dalam setiap perilaku agama yang diyakininya. Sikap ini disebut sikap moderat.

Bermoderasi merupakan kebajikan yang mendorong terciptanya harmoni sosial dan keseimbangan dalam kehidupan secara personal, keluarga dan masyarakat hingga hubungan antar manusia yang lebih luas. Kedua nilai ini, adil dan berimbang, akan lebih mudah terbentuk jika seseorang memiliki tiga karakter utama dalam dirinya yaitu : kebijaksanaan (wisdom), ketulusan (purity), dan keberanian (courage). Dengan kata lain, sikap moderat dalam beragama, selalu memilih jalan tengah.

Hal itu akan lebih mudah diwujudkan apabila seseorang memiliki keluasan pengetahuan agama yang memadai sehingga dapat bersikap bijak, tahan godaan sehingga bisa bersikap tulus tanpa beban, serta tidak egois dengan tafsir kebenarannya sendiri dan mengakui tafsir kebenaran orang lain serta berani menyampaikan pandangannya berdasarkan Ilmu dan faham yang di milikinya. Hal ini merupakan cermin peribadi yang komit dan cinta terhadap bangsanya.

Komitmen kebangsaan merupakan indikator yang sangat penting untuk melihat sejauh mana cara pandang, sikap, dan praktik beragama seseorang. Hal ini tentu akan akan berdampak pada kesetiaan terhadap konsensus dasar kebangsaan, terutama terkait dengan penerimaan Pancasila sebagai ideologi negara, sikapnya terhadap tantangan ideologi yang berlawanan dengan Pancasila, serta nasionalisme.

Sebagai bagian dari komitmen kebangsaan adalah penerimaan terhadap prinsip­prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi UUD 1945 yang sejalan dengan faham dan nilai-nilai Melayu yang kita pedomani.

Moderasi beragama adalah muatan nilai dan praktik beragama yang paling sesuai untuk mewujudkan kerukunan dan toleransi di bumi Melayu Kepulauan Riau. Dan ini berarti bahwa masyarakat Kepulauan Riau telah membangun solusi dan aksi yang tepat dalam setiap kebijakan dan tindakan masyarakat dengan cara adil dan tanpa berpihak. Maka dari itu sikap mental atau faham moderat, adil, dan berimbang menjadi kunci untuk mengelola keragaman di tanah bunda melayu.

Dalam berkhidmat membangun solusi dan aksi daerah yang berbasis kepulauan juga berarti setiap warga masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang seimbang untuk mengembangkan kehidupan bersama yang tenteram dan menentramkan.

Bila ini dapat terwujud, maka setiap warga masyarakat Kepulauan Riau dapat menjadi masyarakat yang adil, sekaligus menjadi manusia yang menjalankan agama seutuhnya.
Akibat dari itu maka masyarakat akan sangat mudah memperkokoh sikap toleransi sehingga dapat memberi ruang bersama dan tidak mengganggu hak orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat, meskipun hal tersebut berbeda dengan apa yang ia yakini. Dengan demikian, sangat jelas bahwa toleransi mengacu pada sikap terbuka, lapang dada, sukarela, dan lembut dalam menerima perbedaan karena toleransi selalu disertai dengan sikap hormat, menerima orang lain yang berbeda agama.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sastra dan Dunia Anak Saling Menyentuh

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:10 WIB

Izin 12 Outlet Holywings di Jakarta Dicabut

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:33 WIB

Pemprov DKI Diminta Cabut Izin Holywings

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:17 WIB

Tenaga Honorer Dihapus, Satpol PP Batam Resah

Rabu, 22 Juni 2022 | 19:07 WIB
X