THR Pekerja Wajib Dibayarkan, Jika Tidak Perusahaan Dibekukan

- Sabtu, 9 April 2022 | 11:48 WIB
ilustrasi (internet)
ilustrasi (internet)

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mewajibkan pelaku usaha untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) pekerja paling lambat sepekan sebelum lebaran.

Dalam konferensi pers virtual Jumat (8/4/22) lalu, Ida mengatakan bahwa pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh.

THR keagamaan merupakan pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sambung Ida, telah menerbitkan Surat Edaran Nomor M/3/1/HK.04/IV/2022 pada 6 April lalu tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan yang mewajibkan pengusaha untuk memberi THR sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Arab Saudi Bolehkan 1 Juta Muslim Dunia Ibadah Haji Tahun Ini

Surat edaran itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan juga Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

Untuk mengawasi jalannya ketentuan itu, Kemnaker membuka Posko Pengaduan THR secara luring maupun daring hingga 8 Mei 2022.

Sebelumnya, pengusaha mengaku siap membayar THR 100 persen kepada pekerja sesuai ketentuan pemerintah.

Baca Juga: Berkendara Jarak Jauh Saat Mudik Lebaran 2022? Perhatikan Tips Ini

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Vaksin Booster Menjadi Syarat Perjalanan

Selasa, 5 Juli 2022 | 20:10 WIB

Catat! Naik Pesawat Wajib Vaksin Dosis Ketiga

Selasa, 5 Juli 2022 | 07:19 WIB

Gempa M5,3 Guncang Bitung Sulut

Minggu, 3 Juli 2022 | 08:34 WIB

Holywings Didugat sebesar Rp35,5 Triliun

Sabtu, 2 Juli 2022 | 12:18 WIB

Revitalisasi Masjid Agung Batam Segera Dilakukan

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:15 WIB
X