UAS Ditolak, Wakil DPD Minta Singapura Usir dan Tidak Lindungi Koruptor Indonesia

- Kamis, 19 Mei 2022 | 08:58 WIB
Wakil Ketua DPD RI,  Sultan B Najamudin. (harianhaluan.com)
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin. (harianhaluan.com)

 

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin turut memberikan respon terhadap sikap pemerintah Singapura yang menolak kedatangan Ulama Indonesia Ustadz Abdul Shomad (UAS) pada, 16 Mei lalu.

Hal ini disampaikan senator asal Bengkulu itu setelah mengetahui penjelasan dari kementerian dalam negeri Singapura yang menerangkan bahwa penolakan terhadap UAS adalah terkait dengan konten ceramah UAS yang dinilai berpotensi menimbulkan segregasi sosial antarumat beragama.

"Pada prinsipnya Kami menghormati sikap otoritas Singapura untuk menerima sekaligus menolak siapapun yang hendak berkunjung ke sana. Itu merupakan hak kedaulatan setiap negara yang patut kita pahami dan terima dengan besar hati. Namun, sebagai negara serumpun, Kami harus mengatakan bahwa penolakan terhadap UAS adalah sikap yang berlebihan", ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Rabu (18/05).

Baca Juga: Janga Lupa! Semifinal Sepakbola Sea Games Indonesia vs Thailand Hari Ini

Menurutnya, penguatan hubungan bilateral RI - Singapura yang dilengkapi dengan perjanjian ekstradisi pelaku kejahatan telah diterjemahkan secara liar oleh Singapura dengan apa yang mereka sebut sebagai ekstrimis.

Namun, hingga saat ini sejumlah nama koruptor 'kakap' berikut asetnya tercatat masih bersembunyi dan disembunyikan di Singapura, apakah mereka akan mengusir para pelaku kejahatan keuangan itu?

"Kami ingin otoritas singapura bisa berlaku adil dan berkomitmen memenuhi perjanjian ekstradisi terhadap para pelaku korupsi dan asetnya yang disimpan di sana. Jangan menerapkan standar ganda dalam memperlakukan pengunjung WNI dengan penilaian yang tidak adil," tegas Sultan.

Lebih lanjut Sultan mendorong pemerintah RI untuk menyampaikan nota protes kepada perwakilan otoritas singapura di Jakarta. Penolakan terhadap UAS oleh singapora justru akan menggangu hubungan historis kedua negara yang notabene merupakan rumpun melayu.

Baca Juga: Resmikan Cyber Security Course, Kepala BP Batam Harap Keamanan Siber Semakin Baik

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa M5,3 Guncang Bitung Sulut

Minggu, 3 Juli 2022 | 08:34 WIB

Holywings Didugat sebesar Rp35,5 Triliun

Sabtu, 2 Juli 2022 | 12:18 WIB

Revitalisasi Masjid Agung Batam Segera Dilakukan

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:15 WIB

Sastra dan Dunia Anak Saling Menyentuh

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:10 WIB

Izin 12 Outlet Holywings di Jakarta Dicabut

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:33 WIB
X