Pemanfaatan Hutan Lindung oleh Masyarakat Bukanlah Tabu, Tapi?

- Rabu, 27 Juli 2022 | 13:26 WIB
Qori Pebrial Ilham, S.Hut., M.Si., Dosen di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University. (istimewa)
Qori Pebrial Ilham, S.Hut., M.Si., Dosen di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University. (istimewa)

Oleh: Qori Pebrial Ilham, S.Hut., M.Si., Dosen di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University

Masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi bahwa kawasan hutan merupakan wilayah yang “tabu” untuk dimanfaatkan, terutama hutan lindung dan hutan konservasi.

Dalam tulisan ini, tabu dimaknai sebagai suatu hal yang dilarang untuk dilakukan. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya akses masyarakat dalam memperoleh manfaat dari sumber daya hutan, khususnya mereka yang berada di dalam dan di sekitar kawasan hutan.

Kalaupun ada yang melakukan kegiatan pemanfaatan, kegiatan ini dianggap illegal karena dalam pemanfaatannya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga tidak sedikit masyarakat setempat yang berurusan dengan hukum.

Padahal, peraturan perundang-undangan sudah mengatur bagaimana pemanfaatan hutan di dalam kawasan hutan dapat dilakukan oleh masyarakat setempat. Untuk itu perlu pemahaman apa yang dimaksud dengan hutan dan kawasan hutan, pembagian hutan berdasarkan status, penetapan kawasan hutan berdasarkan fungsinya, dan bagaimana bentuk pemanfaatan pada setiap fungsi hutan. Berbagai istilah ini sudah didefinisikan secara jelas dalam UU No. 41 Tahun 2009 tentang Kehutanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menjadi Undang-Undang, dan Peraturan Pemerintah No. 23 tahun 2021 tentang Penyelenggaran Kehutanan.

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Berdasarkan statusnya, hutan terdiri atas hutan negara, hutan adat, dan hutan hak.

Hutan negara adalah hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah. Hutan adat adalah hutan yang berada di dalam wilayah masyarakat hukum adat. Hutan hak adalah hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah.

Kawasan hutan merupakan wilayah tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai Hutan Tetap. Kawasan hutan terdiri dari hutan negara dan hutan adat. Dengan kata lain, hutan hak bukanlah bagian dari kawasan hutan.

Sedangkan berdasarkan fungsinya, kawasan hutan ditetapkan menjadi hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi. Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa M5,1 Guncang Bengkulu, Berikut Penjelasan BMKG

Minggu, 7 Agustus 2022 | 12:18 WIB

PWI Sumbar Sementara Dikomandoi Plt

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:37 WIB

Gempa M 4,9 Guncang Tapanuli Tengah Sumut

Selasa, 2 Agustus 2022 | 08:11 WIB

KPU Buka Pendaftaran Parpol Mulai Hari Ini

Senin, 1 Agustus 2022 | 09:04 WIB

Gempa M5,6 Guncang Aceh

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:03 WIB

Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi

Minggu, 31 Juli 2022 | 06:33 WIB

Gempa M5,1 Goyang Ratahan Mitra Sulut

Sabtu, 30 Juli 2022 | 18:15 WIB
X