Anggota DPR Ini Minta Benny Mamoto Mundur dari Kompolnas

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:28 WIB
Desmond J Mahesa. (internet)
Desmond J Mahesa. (internet)

Anggota Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa memberi catatan kritis terhadap kasus kematian Brigadir J. Desmond menyayangkan pernyataan Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen (Purn) Benny Mamoto yang justru tidak ikut berperan memperbaiki citra institusi Polri dalam kasus ini.

"Kompolnas yang diwakili oleh Benny Mamoto, itu sudah tidak layak lagi ia di situ. Saya melihat Benny Mamoto harus malu lah. Kalau menurut saya seorang mantan Jendral punya budaya malu, Benny Mamoto mundurlah dari Kompolnas," kata Desmond kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).

Menurut Desmond, Benny Mamoto, sebagai pribadi mantan polisi seharusnya bisa membuat Polri lebih sehat. Tetapi, menurutnya, pernyataan Benny Mamoto sebagai ketua harian Kompolnas di kasus kematian Brigadir J malah membuat citra Polri semakin buruk, karena terkesan ada yang disembunyikan.

"Karena itu, saya mengingatkan Benny Mamoto seharusnya tahu malu dan segera mundur dari Kompolnas," tegas Desmond.

Ia mengungkapkan, Komisi III DPR setelah masa reses nanti akan segera memanggil mitra kerjanya, seperti Kapolri, Komnas HAM, LPSK termasuk Kompolnas. Pemanggilan ini untuk melihat perkembangan kasus ini, bagaimana yang sebenarnya.

"Dan kami tetap mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan timsus atas arahan Kapolri, agar penyelesaian kasus ini lebih transparan dan Polri tetap memiliki martabat di mata masyarakat," jelasnya.

Desmond juga mengingatkan agar LPSK dan Komnas HAM tidak perlu mengikuti cara Kompolnas. Kedua lembaga ini ia ingatkan agar tak ikut berpolitik atau bahkan menutup-nutupi fakta yang sebenarnya. Karena itu, ia memastikan Komnas HAM dan LPSK akan menjadi bagian yang akan dipanggil terkait kasus Brigadir J ini.

Desmond menegaskan Komisi III tidak menginginkan ada sekelompok anggota kepolisian atau sebagian oknum perwira polisi yang bisa 'bermain' dalam rekayasa kasus seperti ini. Karena itu, ia mengingatkan ada banyak kasus serupa yang juga perlu dilihat lebih dalam, seperti kasus pembunuhan anggota FPI di KM 50 yang faktanya masih mengecewakan.

"Karena itu ke depan harus semakin baik. Kita berharap institusi kepolisian tidak dirugikan oleh oknum-oknum polisi yang hari ini lebih mencintai geng atau kelompok korpsnya daripada mencintai institusinya," tegas Desmond.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa di Kuta Selatan, Getaran Dirasakan sampai Gianyar

Minggu, 25 September 2022 | 06:39 WIB

Gempa M6,4 Guncang Meulaboh Aceh

Sabtu, 24 September 2022 | 07:49 WIB

Gempa M5,0 Mentawai, Berikut Penjelasan BMKG

Rabu, 21 September 2022 | 10:19 WIB

Prof Azyumardi Dirawat di RS Malaysia

Minggu, 18 September 2022 | 07:59 WIB

Gempa M 5.1 Guncang Mentawai pada 15 September 2022

Jumat, 16 September 2022 | 10:23 WIB

Enam Rumah di Bukittinggi Dilalap Si Jago Merah

Kamis, 15 September 2022 | 19:27 WIB

Uang Tabungan Haji Penjaga Sekolah Hancur Dimakan Rayap

Kamis, 15 September 2022 | 06:44 WIB

Penerbangan di SKK Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut

Senin, 12 September 2022 | 11:49 WIB
X