Mahalnya Kejujuran Hukum

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 20:06 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

Kejujuran hukum akan membentuk perilaku yang patuh dalam mentaati peraturan hukum dalam sistem pelaksanaan hukum atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. Dalam pendapat lain kejujuran diartikan sebagai apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada.
Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Artinya seorang yang jujur adalah seseorang yang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum.

Semua bangsa menyedari bahwa sikap jujur itu sangat penting bagi setiap orang, karena kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, dan jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati.

Kejujuran Hukum (Legal Honesty) tidak terlepas dari keadilan, ia sangat berpengaruh terhadap penegakan hukum dalam perlindungan hak-hak setiap manusia. Ketika keadilan tidak terwujud maka akan terjadi kesenjangan terhadap hukum yang berimbas kepada manusia.

Keadilan tidak bisa diukur, tetapi bisa dirasakan oleh hati nurani manusia. Hati nurani yang mati, tidak akan pernah mampu menghasilkan keadilan dalam masyarakat demi membela hak-hak dan kepentingan masyarakat dalam penegakan hukum. Apabila penegakan hukum tidak tercapai akan menjadi awal terjadinya kekacauan situasi dalam kehidupan masyarakat.

Demikian juga, hukum tidak akan mencapai kepastian hukum, jika kejujuran hukum tidak tegak. Sebab itulah kejujuran erat kaitannya dengan masalah hati nurani.
Menurut M. Alamsyah (2018) bahwa nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran, ketulusan dalam meneropong kebenaran.

Berprilaku jujur harus menjadi budaya keseharian pengemban hukum. Jika tidak kejujuran akan menjadi barang langka dalam kehidupan masyarakat. Kita tidak ingin menjadi bangsa yang bertopeng dengan wajah kemunafikan. Sehingga berkata dan bertindak jujur menjadi kesulitan adanya.

Dengan demikian penegakan hukum harus dilakukan dengan kejujuran, tanpa menyembunyikan praktek kebohongan sedikitpun. Hukum harus tampil apa adanya, tanpa rekayasa, tanpa keinginan untuk memperoleh keuntungan dari proses penegakan hukum.

Akhirnya kita berharap praktek kejujuran hukum dapat menjadi budaya bangsa dan dapat pula kita wariskan kepada generasi bangsa di masa datang. Aamiin. ***

 

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa M6,1 Guncang Sukabumi Jawa Barat

Kamis, 8 Desember 2022 | 09:38 WIB

Semeru Kembali Erupsi Pagi Tadi

Kamis, 8 Desember 2022 | 07:48 WIB

Gempa M 4 Guncang Maluku Tenggara Barat

Kamis, 8 Desember 2022 | 07:40 WIB

BWI Kepri Terima BWI Reward 2022

Kamis, 8 Desember 2022 | 05:59 WIB

Semeru Erupsi, Muntahkan Awan Panas Sejauh 7 Kilometer

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:10 WIB

Gempa Kembali Guncang Cianjur, Kali Ini Magnitudo 4,2

Minggu, 4 Desember 2022 | 07:50 WIB

Pasca Gempa M6,4 Garut, Waspada Gempa Susulan

Sabtu, 3 Desember 2022 | 18:53 WIB

Gempa M6,4 Garut, Warga Sejumlah Daerah Panik

Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:57 WIB

Gempa M6,4 Garut Getarannya Terasa Sampai Jakarta

Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:53 WIB

Gempa M6,4 Guncang Garut

Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:50 WIB

Gempa Guncang Pangandaran M4,5

Sabtu, 3 Desember 2022 | 07:47 WIB
X