Polda Jateng: Tidak Benar Perawat RSUD Ambarawa Dianiaya Keluarga Pasien

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:57 WIB
ilustrasi (internet) (ilustrasi (internet))
ilustrasi (internet) (ilustrasi (internet))

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy, menyampaikan terkait adanya pemberitaan seorang perawat di RSUD Ambarawa yang terjadi pada Jumat (23/7/21). Hal tersebut tidak benar dan informasi tersebut salah.

Dikatakan Kombes Pol Iqbal Alqudusy, berita adanya penusukan nakes adalah tidak benar, yang ada, adalah keributan karena kesalahpahaman antara keluarga korban Covid-19 dengan satpam dan nakes di rumah sakit tersebut.

"Itu tidak benar, kejadiannya ada kesalahpahaman hingga terjadi keributan antara keluarga korban Covid dengan Satpam dan nakes saja, tidak ada penusukan terhadap nakes oleh keluarga korban," kata Iqbal, di ruangannya, Sabtu (24/7/21) pagi.

Lanjut Iqbal, perkara peristiwa kejadian keributan tersebut terjadi di RS Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, hal itu terjadi pada hari Jumat. Kejadian tersebut terjadi di depan ruangan Anyelir RS GM Ambarawa, sekira pukul 14.30 WIB siang kemarin.

"Berita tersebut tidak benar kalau ada penusukan nakes, saya harap kejadian jangan dijadikan provokasi masyarakat," jelas Iqbal.

Iqbal juga menambahkan, dari hasil klarifikasi kedua belah pihak, bahwa NH yang juga kakak kandung sekaligus saksi ini, mengungkapkan kepada kepolisian, bahwa salah satu keluarga korban dirawat di RSUD Ambarawa dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

Kemudian Keluarga korban ingin mengetahui kondisi jenazah dan meminta tolong difotokan, namun ditolak oleh security. Tidak lama kemudian, datang perawat yang memakai APD dan bersedia membantu untuk memfotokan, sambil memberikan edukasi terkait protokol dalam pemulasaran jenazah dan penyebab kematian.

"Mendapat penjelasan dari perawat tersebut, keluarga menerima dan mengikhlaskan kepergian korban dalam keadaan terpapar Covid-19," terangnya.

Selang beberapa waktu, kata Iqbal, kesalahpahaman terjadi, saat NA yang baru tiba dan berdebat dengan salah satu security tentang masalah minta foto dan mengatakan kepada sekuriti tersebut “fotokno, piro-piro tak bayar (fotokan saya bayar)" dengan nada emosi.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Jendela Hati

Sabtu, 18 September 2021 | 19:32 WIB

Atta Halilintar Polisikan Savas Fresh. Ini Alasannya

Sabtu, 18 September 2021 | 15:39 WIB

Waduh! Pria Ini Kuras Uang dari ATM yang Tertinggal

Jumat, 17 September 2021 | 20:11 WIB

Sandal Jepit Moeldoko Jadi Sorotan Warganet

Jumat, 17 September 2021 | 16:03 WIB

Kalapas Tangerang Dicopot

Jumat, 17 September 2021 | 13:45 WIB
X