KRI John Lie-358 Tangkap Kapal Tanker MT. Strovolos Berbendera Bahamas di Perairan Kepri

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 10:11 WIB
Kapal MT. Strovolos jenis tanker bendera Bahamas yang diamankan KRI John Lie-358 di Iaut teritorial perairan laut Selatan Pulau Anambas Kepulauan Riau. (istimewa)
Kapal MT. Strovolos jenis tanker bendera Bahamas yang diamankan KRI John Lie-358 di Iaut teritorial perairan laut Selatan Pulau Anambas Kepulauan Riau. (istimewa)

Batam (HK) - Kapal Republik Indonesia (KRI) John Lie-358 menangkap kapal MT. Strovolos jenis kapal tanker bendera Bahamas di Iaut teritorial perairan laut Selatan Pulau Anambas Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa (27/7/2021) lalu.

Kapal MT. Strovolos itu dilakukan penangkapan karena di curigai yang sedang lego jangkar. Kapal tersebut bermuatan minyak mentah yang dinahkodai oleh Sazzedeen warga negara Bangladesh, jumlah ABK kapal sebanyak 19 orang WNA.

Hal tersebut disampaikan oleh Panglima Komando Armada (Koarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah saat melakukan konferensi pers di Lanal Batam, Selasa (24/8/2021) sore.

"Dari pemeriksaan yang dilakukan, pelanggaran yang dilakukan kapal itu adalah terkait pelayaran. Dia melakukan lego jangkar di Iaut teritorial Indonesia tanpa ijin, dia melanggar pasal 317 Jo pasal 193 ayat (1) undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran," ucap Arsyad.

Dikatakan Arsyad, kapal itu berada di perairan Indonesia tidak mengaktifkan AIS, melanggar pasal 10 J0 pasal 3 Permenhub RI nomor 58 tahun 2019.

Dengan adanya nota diplomatik dari Kedutaan Besar Kerajaan Kamboja NO.212/RECJKT/2021 tanggal 24 Juli 2021, tentang permohonan dukungan otoritas terkait di Indonesia menahan kapal MT. Strovolos tersebut yang diduga melakukan tindak pidana pencurian sekitar 300.000 barel minyak mentah.

Analisa yuridis dari pelanggaran pidana yang diketemukan, kapal itu melakukan lego jangkar di Iaut teritorial Indonesia tanpa ijin otoritas Syahbandar setempat.

Sehingga melanggar pasal 317 Jo 193 ayat (1) undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran, yang berbunyi pasal 317 undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

Yang mana nahkoda yang tidak mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 193 ayat (1) di pidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp200 juta.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Longsor di Deli Serdang, Tiga Orang Meninggal Dunia

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:27 WIB

Waduh! Lionel Messi Bertengkar dengan Bintang PSG

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:28 WIB

Kabupaten Malang Diguncang Gempa Magnitudo 5,3

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Biaya Umrah Diperkirakan Bakal Naik, Ini Kisarannya

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:21 WIB
X