Warga Berharap Pelabuhan Setebik Natuna Segera Diperbaiki

- Jumat, 9 April 2021 | 17:36 WIB
IMG-20210409-WA0001
IMG-20210409-WA0001

Natuna (HK) - Pelabuhan Setebik, Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara tidak berfungsi normal setelah sebagian besar ruas pelantarnya tumbang dan tenggelam ke laut sejak 2018 lalu.

Keadaan pelabuhan ini membuat kegiatan dan gerakan ekonomi warga di wilayah paling utara Pulau Bunguran itu terganggu.

Ketua BPD Teluk Buton, Wan Asmawi di Desa Teluk Buton, Jumat (9/4) mengatakan, pada 2018 lalu pelabuhan tersebut tiba-tiba ambruk tanpa ada ganggguan eksternal seperti gangguan alam maupun tindakan manusia.

Dugaan sementara terkait pristiwa itu karena tiang pancang yang menopang pelantar tidak terlalu kuat dan tancapannya kurang dalam di dasar laut, sehingga tiang-tiang itu berpotensi tumbang dengan sendirinya.

"Ini sudah lama bang, sekitar dua tahun musibah ini. Penyebabnya kami tak tahu persis karena kami bukan ahlinya. Tapi menurut hemat kami, ini terjadi karena tiangnya yang lemah dan nancapnya kurang dalam. Tapi syukurnya pada waktu itu tak ada korban jiwa, meskipun ada satu rumah yang tidak bisa ditempati akibat itu," jelasnya.

Pelabuan yang dibangun menggunakan APBD Natuna tahun anggaran 2007 itu mengalami kerusahakan parah karena bagian pelantar sepanjang 60 meter tumbang ke arah kiri dari (sisi darat) dan tenggelam di laut. Ini artinya lebih dari setengah pelantar itu tumbang dan tersisa sekitar 40 meter kearah darat.

"Kemudian ini kami siasati dengan membuat pelantar kayu agar nelayan dan kapal-kapal antar pulau dapat bersandar. Ini kami buat secara swadaya, tapi keberadaan pelantar tambahan kayu itu tidak efekti seperti sebelum pelabuhan ini rusak. Makanya banyak kapal-kapal nelayan yang tidak kebagian tempat sandar dan terpaksa jangkar di laut," paparnya sambil menunjukkan deretan kapal-kapal nelayan yang lego jangkar di tengah laut.

Asmawi mengaku sudah berkali-kali meminta kepada Pemerintah Kabupaten Natuna agar pelabuhan tersebut segera diperbaiki sehingga kegiatan masyarakat di laut dapat berjalan lancar.

"Cuma sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti. Ini juga sudah berkali-kali kami masukkan dalam Musrenbang di setiap tingkatan tapi belum juga dapat perhatian," sebutnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Teluk Buton, Doni Boy. Ia mengaku semua pihak di Teluk Buton berharap segera ada perhatian dari pemerintah terhadap pelabuhan itu.

"Ini akses laut satu-satunya bagi kami di sini. Kalau tak ada pelabuhan ini kegiatan antar pulau dan nelayan dapat terhenti. Maka kami berharap betul ini segera dapat diperbaiki," tandas Boy. (fat)

Editor: fery haluan

Terkini

Soal Isu DBH Migas, Ini Penjelasan BPKAD Natuna

Jumat, 20 Agustus 2021 | 15:31 WIB

Upacara HUT ke-76 RI di Natuna Berlangsung Khidmat

Selasa, 17 Agustus 2021 | 15:40 WIB

Pemkab Natuna Belum Siap Mengurus Jenazah Covid -19.

Kamis, 12 Agustus 2021 | 14:06 WIB

PPKM Level 3 Diterapkan di Natuna Hingga 23 Agustus

Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:21 WIB

PPKM di Natuna Berakhir

Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:44 WIB

Pemkab Natuna Kembali Memperpanjang Masa PPKM

Selasa, 27 Juli 2021 | 11:21 WIB

Wabup Natuna Dirawat di RSUD Natuna

Minggu, 25 Juli 2021 | 14:22 WIB

PLBN di Natuna akan Tumbuh Jadi Ekonomi Baru

Selasa, 22 Juni 2021 | 14:20 WIB

KIA Berbendera Vietnam Ditangkap di Natuna Utara

Minggu, 16 Mei 2021 | 13:24 WIB

Natuna Berpotensi Jadi KEK Kelautan

Kamis, 22 April 2021 | 20:22 WIB

Lanal Ranai Resmikan Kampung Bahari Nusantara

Senin, 12 April 2021 | 15:10 WIB
X