KIA Berbendera Vietnam Ditangkap di Natuna Utara

- Minggu, 16 Mei 2021 | 13:24 WIB
ilustrasi (internet)
ilustrasi (internet)

Sebuah kapal ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam ditangkap unsur patroli laut KN Pulau Dana-323 Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI saat melakukan aktivitas penangkapan ilegal di perairan Natuna Utara perbatasan Indonesia-Malaysia pada Minggu (16/5/2021).

Menurut keterangan dari Bakamla RI, Kapal patroli KN Pulau Dana-323 yang dikomandani Letkol Bakamla Hananto Widhi mendapatkan perintah dari Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Suwito, S.E., M.Si (Han) untuk melaksanakan patroli Perisai Sunda III/2021 di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia. Saat itulah KN Pulau Dana-323 mendeteksi kehadiran KIA Vietnam di wilayah perairan Indonesia.

"Saat menjalankan patroli, KN Pulau Dana-323 mendeteksi kontak radar sebuah KIA sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia pada posisi 04°.20'.30" U-105°.04'.35" T dengan halu 260° dengan kecepatan 2 knot, posisi KIA berada pada 2 NM didalam garis batas landas kontinen," kata Kabag Humas dan Protokol Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita, S.T., M.M., M.Tr. Hanla, Minggu (16/5/21).

Dijelaskannya, saat KN Pulau Dana-323 mendekati, KIA tersebut menambah kecepatan 7 knot menuju wilayah Malaysia. Menambah kecurigaan, Komandan KN Pulau Dana-323 memerintahkan agar menurunkan RHIB dan tim VBSS untuk melaksanakan pengejaran.

"Kapal target tidak menunjukkan kooperatifnya, sehingga tim VBSS melaksanakan penghentian dengan melompat keatas kapal target guna pemeriksaan," jelasnya.

Tidak butuh waktu lama, kapal dapat dihentikan dan diperiksa tim VBSS pada posisi 04°18'79" U - 105°04'15" T. Hasil pemeriksaan awal diperoleh data KIA tersebut adalah kapal berbendera Vietnam dengan nama lambung kapal BD 93681 TS diawaki 6 orang Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Vietnam.

"Terdapat muatan ikan campur hasil tangkapan illegal kurang lebih 300 kg," bebernya.

KIA Vietnam diduga telah melakukan pelanggaran batas wilayah dan melakukan aktivitas penangkapan di perairan laut Indonesia tanpa dilengkapi dokumen dari pemerintah Republik Indonesia.

"Untuk mempertanggungjawabkan pelanggarannya kapal beserta ABK dikawal menuju Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam," pungkasnya. *

(sumber: okezone.com)

Editor: fery haluan

Terkini

Soal Isu DBH Migas, Ini Penjelasan BPKAD Natuna

Jumat, 20 Agustus 2021 | 15:31 WIB

Upacara HUT ke-76 RI di Natuna Berlangsung Khidmat

Selasa, 17 Agustus 2021 | 15:40 WIB

Pemkab Natuna Belum Siap Mengurus Jenazah Covid -19.

Kamis, 12 Agustus 2021 | 14:06 WIB

PPKM Level 3 Diterapkan di Natuna Hingga 23 Agustus

Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:21 WIB

PPKM di Natuna Berakhir

Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:44 WIB

Pemkab Natuna Kembali Memperpanjang Masa PPKM

Selasa, 27 Juli 2021 | 11:21 WIB

Wabup Natuna Dirawat di RSUD Natuna

Minggu, 25 Juli 2021 | 14:22 WIB

PLBN di Natuna akan Tumbuh Jadi Ekonomi Baru

Selasa, 22 Juni 2021 | 14:20 WIB

KIA Berbendera Vietnam Ditangkap di Natuna Utara

Minggu, 16 Mei 2021 | 13:24 WIB

Natuna Berpotensi Jadi KEK Kelautan

Kamis, 22 April 2021 | 20:22 WIB

Lanal Ranai Resmikan Kampung Bahari Nusantara

Senin, 12 April 2021 | 15:10 WIB
X