Tak Zamannya Lagi Ber-medsos untuk Hal Negatif!

- Jumat, 10 September 2021 | 07:44 WIB
ilustrasi (galamedia-pikiranrakyat.com)
ilustrasi (galamedia-pikiranrakyat.com)

Hampir semua orang, terutama kalangan milenial, sudah begitu familiar dengan media sosial (medsos). Menggunakannya sangat mudah. Saking mudahnya, anak-anak pun sudah bisa punya akun medsos sendiri.

Kemudahan dalam ber-medsos ini tentunya diharapkan untuk kebaikan dan hal positif. Bukan pada hal-hal yang merusak, apalagi yang sampai masuk dalam ranah hukum seperti yang banyak terjadi selama ini.

Dengan segala kemudahan yang dimiliki, media sosial ini hendaknya dijadikan sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan inspirasi positif, motivasi, dan juga menguatkan silaturrahmi.

(istimewa)

Dalam buku Bijak dan Kreatif dalam Bermedia Sosial, sekurang ada lima hal yang harus dilakukan saat menggunakan medsos, yaitu:

1. Pilih-pilih Akun yang Diikuti
Media sosial memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental. Terlalu sering melihat akun orang lain juga bisa membuat pikiran kita tak sehat. Terkadang bisa muncul kecemburuan sosial saat kita melihat akun orang lain yang lebih mewah dan bagus.
Dari pada membuat mentalmu sakit karena hal-hal seperti itu, lebih baik ikutilah akun-akun bermanfaat yang menghibur. Kamu juga bisa mengikuti akun kredibel yang bisa menambah wawasanmu.
Jauhi akun-akun medsos yang berdampak buruk atau menjadi toxic bagi kamu. Jangan mengikuti akun yang tidak memiliki kegunaan apapun.

2. Pikirkan Dulu Saat Mau Posting Konten
Apapun yang kita posting di medsos bisa dilihat oleh semua orang. Jangan sampai apa yang kamu posting malah menjadi bumerang, termasuk memunculkan potensi kriminal. Maka itu bijaklah dalam bermedsos.

Ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan. Diantaranya, jangan mencantumkan detail informasi apapun terkait dirimu. Termasuk alamat, data diri dan sebagainya. Dikhawatirkan, hal tersebut malah disalahgunakan.

(istimewa)

3. Bersikap Antihoaks dan Jangan Asal Share Konten
Jika kamu mendapatkan informasi tertentu yang berasal dari media sosial, jangan asal share atau dibagikan ke orang lain. Pastikan dulu informasi tersebut bukan hoaks dan berasal dari sumber yang kredibel.

Kamu juga harus memiliki sikap antihoaks. Salah satunya dengan tidak memercayai informasi yang didapat dan memastikan kebenaran informasi tersebut.

Jika kamu sudah yakin informasi tersebut valid, kamu baru bisa menyebarkannya. Tapi jika kamu mengetahui informasi tersebut tidak benar, kamu bisa melaporkannya sebagai berita hoaks.

Masing-masing platform medsos memiliki fasilitas untuk melaporkan hoaks. Di Facebook, kamu bisa menggunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech, harrasment, rude, threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, Facebook akan menghapus status tersebut.

Di Google, kamu bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan screen capture disertai url link, kemudian mengirimkan data ke aduankonten@mail.kominfo.go.id (kunjungi https://aduankonten.id). Kiriman aduan segera diproses setelah melalui verifikasi. Kerahasiaan pelapor dijamin dan aduan konten dapat dilihat di laman web trustpositif.kominfo.go.id.

Kamu juga bisa melakukan cek hoaks di https://s.id/cekhoaks atau bisa juga melalui situs cek hoaks di situs kominfo.go.id.

Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan konten yang tergolong negatif antara lain, pornografi, SARA, penipuan atau perdagangan ilegal, narkoba, perjudian dan radikalisme.

4. Buka Medsos Seperlunya
Rata-rata orang indonesia pasti menghabiskan waktu kurang lebih tiga jam 14 menit untuk membuka medsos dalam sehari. Itu bukan waktu yang sedikit. Ditambah ada sebagian orang yang kecanduan medsos dan disebut dengan istilah budak konten.

Terlalu sering membuka medsos sendiri bisa membuat mental kita kurang sehat, lantaran bisa memunculkan kecemburuan sosial. Maka itu, kurang-kurangilah membuka medsos.
Jika bisa, cobalah tidak membuka medsos dalam sehari. Kamu pasti akan merasakan perbedaan dalam hidupmu.

5.Jaga Etika
Meski bisa mengutarakan apa saja di medsos, kamu harus selalu menjaga etika, sopan santun, dan selalu bersikap hormat pada setiap orang yang ada. Hindari penggunaan kata-kata kasar, bullying, dan pernyataan yang mengandung unsur SARA.

Kamu juga harus waspada kepada akun-akun tidak dikenal yang tiba-tiba mengirim pesan tanpa maksud dan tujuan yang jelas. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penipuan atau tindakan kriminal lainnya.

Ingat ya, jangan julid atau menjelek-jelekkan orang lain. Apalagi pada orang yang tidak kita kenal. Sebab hidup mereka adalah urusan mereka sendiri. Jangan sampai, karena julid dan menuliskan kata-kata kasar pada orang tertentu, kita malah terjerat UU ITE atau pencemaran nama baik. Ujung-ujungnya kita malah mendekam di penjara. 

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama Siberkreasi dan Kemkominfo.
#MakinCakapDigital Meski di Tengah Pandemi
• Masa pandemi Covid-19 dan aturan PPKM membuat kita harus tetap belajar dan bekerja di rumah menggunakan gadget dan internet
• Penting bagi orang tua mendampingi anaknya saat sedang online
• Bagi para remaja dan yang sudah dewasa tetap harus memperhatikan etika dan rambu-rambu saat beraktivitas di dunia maya
• Bersama kita dapat cegah risiko dunia maya semisal: cyber bully, pelanggaran privasi, paparan konten negatif hingga kejahatan siber dan penipuan online
• Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi adalah ajang untuk mengasah pengetahuan tentang dunia siber serta membangun kecakapan SDM era digital
• Bersama Siberkreasi, #MakinCakapDigital, kreatif dan produktif
• Scan untuk info lebih lanjut: (QR Code) atau kunjungi https://infosiberkreasi.id

Sumber: buku Bijak dan Kreatif dalam Bermedia Sosial dari Kemendikbud

(adv) 

 

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Tahun Depan, SMAN 23 Kota Batam Dapat 8 RKB

Rabu, 1 Desember 2021 | 18:00 WIB

Upacara HGN, Wagub Kepri Bacakan Amanat Mendikbud RI

Kamis, 25 November 2021 | 19:27 WIB

Peran Strategis GPAI Mereaktualisasi Moderasi Beragama

Sabtu, 20 November 2021 | 11:28 WIB

ASN, Bisnis, atau Keluarga

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:19 WIB

Era Baru Madrasah Berbasis Sain Modern

Jumat, 24 September 2021 | 13:49 WIB

Memantik Literasi Lewat Cerita Rakyat

Jumat, 24 September 2021 | 10:18 WIB
X