Pendidikan Seksual Penting atau Tidak?

- Sabtu, 18 September 2021 | 12:19 WIB
Novita Lestari, Guru di MTsN Lingga. (istimewa)
Novita Lestari, Guru di MTsN Lingga. (istimewa)

Oleh: Novita Lestari, Guru di MTsN Kabupaten Lingga

Membicarakan masalah seksualitas di Indonesia masih merupakan hal yang tabu. Seharusnya pendidikan seks sudah harus diberikan sejak dini. Sebab ini merupakan salah satu langkah untuk mencegah perilaku seks bebas, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi yang tidak sehat, pemerkosaan, kekerasan seksual, hingga pada penularan penyakit akibat hubungan seksual lainnya.

Perlunya pendidikan seks secara Islami dimaksudkan agar anak dapat mengerti tentang seks yang benar dan sesuai dengan landasan atau dasar agama. Tanpa ada landasan agama yang kuat, generasi anak bangsa akan hancur ke dalam kehinaan. Pendidikan seksual termasuk bagian pendidikan akhlak. Sedang Pendidikan akhlak adalah cabang dari pendidikan Islam.

Sebagaimana kita ketahui, kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia tidak pernah berhenti. Mirisnya, sebagian kasus tidak berakhir di pengadilan. Dalam mencegah kekerasan seksual pada anak, orangtua harus bertanggung jawab untuk memastikan anak memiliki hubungan dan lingkungan yang aman dan stabil. Selain itu, pengasuhan orangtua juga harus dilakukan dengan baik, jangan sampai mengabaikan anak bahkan membiarkannya sendirian dengan orang yang mungkin saja dapat menjadi pelaku kekerasan seksual.

Ingatlah bahwa orang terdekat juga bisa saja memiliki niatan yang buruk. Sehingga salah satu usaha orangtua yaitu mengajarkan kepada anak tentang pendidikan seksualitas.

Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (1982), pendidikan seks bukanlah penerangan tentang seks semata-mata. Pendidikan seks sebagaimana pendidikan lain pada umumnya (Pendidikan Agama atau Pendidikan Moral Pancasila misalnya) mengandung pengalihan nilai-nilai dari pendidik ke subjek didik.

Dengan demikian, informasi tentang seks tidak diberikan secara “telanjang” yaitu dalam kaitannya dengan norma yang berlaku dalam masyarakat, apa yang lazim dan bagaimana cara melakukannya tanpa melanggar aturan.

Pendidikan seks yang disuguhkan kepada anak, bukanlah penerangan tentang seks semata-mata, tetapi dikaitkan dengan nilai-nilai yang sesuai dengan syari’at Islam. Sehingga mampu mengarahkan diri anak untuk lebih dekat dan mencintai Allah SWT.

Selama ini adalah mitos yang menganggap bahwa seks adalah hal yang tabu untuk dibicarakan, apalagi diterangkan dan diajarkan kepada anak-anak hingga remaja. Sehingga semakin dilarang, semakin anak-anak ingin tahu. Jika anak-anak mencari tahu dari sumber yang salah dan tidak ada penjelasan secara benar dan kaitannya dengan hukum Islam, maka disitulah anak-anak akan terjerumus kedalam penyimpangan-penyimpangan mengenai seksualitas yang beragam.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

ASN, Bisnis, atau Keluarga

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:19 WIB

Era Baru Madrasah Berbasis Sain Modern

Jumat, 24 September 2021 | 13:49 WIB

Memantik Literasi Lewat Cerita Rakyat

Jumat, 24 September 2021 | 10:18 WIB

Menjadi Seorang Guru Pada Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 16:03 WIB

Sekolah Adiwiyata di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 10:12 WIB

Gurindam Dua Belas dalam Literasi Digital?

Rabu, 22 September 2021 | 10:01 WIB

Belajar Tatap Muka, Belajar Daring, dan Peran Orang Tua

Selasa, 21 September 2021 | 18:06 WIB

STAI Ibnu Sina Batam Wisuda 58 Mahasiswa

Senin, 20 September 2021 | 19:18 WIB

Pendidikan Seksual Penting atau Tidak?

Sabtu, 18 September 2021 | 12:19 WIB

Sekolah Tatap Muka di Batam Dimulai Pekan Depan

Kamis, 16 September 2021 | 14:56 WIB

Mewaspadai Ancaman Lost of Adab

Minggu, 12 September 2021 | 19:13 WIB

Tak Zamannya Lagi Ber-medsos untuk Hal Negatif!

Jumat, 10 September 2021 | 07:44 WIB

Terpopuler

X