Era Baru Madrasah Berbasis Sain Modern

- Jumat, 24 September 2021 | 13:49 WIB
H. Muhammad Nasir. (istimewa) (H. Muhammad Nasir. (istimewa))
H. Muhammad Nasir. (istimewa) (H. Muhammad Nasir. (istimewa))

Oleh: H. Muhammad Nasir.S.Ag.MH, Kakan Kemenag Lingga

Terdapat dua perspektif gejala makna strategis pendidikan yang dikembangkan selama ini yang sering terabaikan yang menjadi cikal bakal lahirnya model pendidikan modern yaitu perspektif yang menempatkan pendidikan sebagai gejala individual dan perspektif yang menempatkan pendidikan sebagai gejala sosial.

Kedua cakupan tersebut setidaknya telah memberikan acuan konseptual wacana antropologi dan kebudayaan yang sangat penting. Dari kedua wacana inilah barangkali lahirnya proses pendidikan yang lebih humanistic teologis yang akan melahirkan peradaban baru dalam pendidikan. Dengan kata lain pendidikan yang akan melahirkan peradaban adalah pendidikan yang dapat menyatukan antara dua unsur kebutuhan dalam kehidupan manusia yaitu unsur sain dan agama.

Baca Juga: Memantik Literasi Lewat Cerita Rakyat

Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Dr. Ali Sariati (1987), bahwa kedalaman metafisik (agama) bagi manusia sangat dibutuhkan dalam pendidikan modern. Untuk memadukan kedua unsur tersebut perlu upaya dan sistem interkoneksi secara terpadu dan holistic dalam system pendidikan. Karena dari dua unsur inilah peradaban manusia dapat lahir dan berkembang sesuai dengan tujuan penciptaan manusia itu sendiri.

Mencermati perspektif itu, maka penataan sistem melalui perpaduan perkembangan sain dan agama dalam sistem pendidikan madrasah sesuatu yang sangat urgen dan sentral. Model sistem seperti ini kemudian kita sebut dengan interkoneksi sain dan agama dalam pembelajaran di madrasah.

Baca Juga: Sekolah Adiwiyata di Tengah Pandemi Covid-19

Pola pendidikan interkoneksi ini setidaknya menjadi penyempurnaan model pengembangan pendidikan selama ini. Umpamanya saja model pengembangan yang pernah ditawarkan oleh Yahya Muhaimin, Mantan Menteri pendidikan Nasional, yaitu pendidikan berbasis keluarga, pendidikan berbasis komunitas, pendidikan berbasis sekolah. (Yahya Muhaimin: 2000)
Semua basis pendidikan ini telah dilaksanakan di Indonesia baik di Pondok Pesantren, pendidikan Islam pada lembaga keagamaan, pendidikan Islam di sekolah, pendidikan Islam pada madrasah dan pendidikan Islam pada sekolah umum.

Madrasah adalah salah satu lembaga pendidikan yang berciri khas Islam yang mengembangkan dan mendidik manusia secara utuh dan terpadu baik jasmani maupun ruhani. Sebab itu pendidikan madrasah harus mampu mendobrak dinding pengaruh sekularisasi yang menjalar di tubuh pendidikan saat ini.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

ASN, Bisnis, atau Keluarga

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:19 WIB

Era Baru Madrasah Berbasis Sain Modern

Jumat, 24 September 2021 | 13:49 WIB

Memantik Literasi Lewat Cerita Rakyat

Jumat, 24 September 2021 | 10:18 WIB

Menjadi Seorang Guru Pada Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 16:03 WIB

Sekolah Adiwiyata di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 10:12 WIB

Gurindam Dua Belas dalam Literasi Digital?

Rabu, 22 September 2021 | 10:01 WIB

Belajar Tatap Muka, Belajar Daring, dan Peran Orang Tua

Selasa, 21 September 2021 | 18:06 WIB

STAI Ibnu Sina Batam Wisuda 58 Mahasiswa

Senin, 20 September 2021 | 19:18 WIB

Pendidikan Seksual Penting atau Tidak?

Sabtu, 18 September 2021 | 12:19 WIB

Sekolah Tatap Muka di Batam Dimulai Pekan Depan

Kamis, 16 September 2021 | 14:56 WIB

Mewaspadai Ancaman Lost of Adab

Minggu, 12 September 2021 | 19:13 WIB

Tak Zamannya Lagi Ber-medsos untuk Hal Negatif!

Jumat, 10 September 2021 | 07:44 WIB

Terpopuler

X