Kerukunan dan Ke-Indonesiaan

- Selasa, 8 Februari 2022 | 08:10 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

Oleh: H. Muhammad Nasir, S.Ag., M.H., Kakan Kemenag Lingga

Membicarakan kerukunan beragama di Indonesia tidak terlepas dari kultur bangsa yang majemuk dan heterogen.

Semangat ini telah menjadi pendorong lahirnya konsep trilogi kerukunan di Indonesia, yaitu kerukunan interen umat beragama, kerukunan antarumat beragama, dan kerukunan antaraumat beragama dengan pemerintah (Sudirman Tebba: 2001).

Kerukunan umat beragama di Indonesia, secara terus-menerus dilestarikan secara bersama dengan Pemerintah untuk tujuan menjaga kedamaian, harmonisasi, dan saling menghormati di Republik Indonesia tercinta ini.

Sampai hari ini, Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa kemajemukan yang ada telah berhasil dikelola menjadi potensi bangsa dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di Indonesia.

Terdapat enam agama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia yaitu: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu (Depag RI: 1997).

Agama-agama tersebut telah menjadi perekat keutuhan bangsa dalam pembangunan. Hal ini tercermin dalam komitmen bangsa yang menetapkan sila pertama dari Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 200 juta yang menghuni ribuan pulau dengan berbagai latar belakang suku dan adat istiadat, agama, dan budaya.

Perbedaan suku bangsa tersebut diikat dalam Bhineka Tunggal Ika (walau berbeda-beda namun tetap satu), sehingga Indonesia dikenal sebagai negara yang aman, tenteram, harmonis dan damai.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Generasi Menulis

Minggu, 5 Juni 2022 | 14:08 WIB

Apakah Proyek Anda Memiliki Risiko?

Rabu, 1 Juni 2022 | 15:09 WIB

Catat! Hari Ini Pengumuman SNMPTN 2022

Selasa, 29 Maret 2022 | 08:23 WIB
X