Kerukunan dan Ke-Indonesiaan

- Selasa, 8 Februari 2022 | 08:10 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

Setidaknya terdapat tiga lingkungan komunikasi positif yang sangat penting dalam konteks masyarakat di Indonesia, yaitu: Pertama, lingkungan rasional ilmiah. Lingkungan ini adalah lingkungan komunikatif antara para ilmuan dari bidang yang sama: para dokter, ahli kimia, filsuf, ahli-ahli ilmu-ilmu sosial dan sebagainya, serta lingkungan di mana para ahli dari pelbagai ilmu itu bertemu.

Aktualisasi lingkungan itu bisa dalam bentuk kegiatan di universitas atau lembaga pengajaran dan penelitian, di seminar dan lokakarya-lokakarya, lewat publikasi majalah profesi dan ilmiah. Di situ orang-orang yang berbeda agama bisa berkomunikasi dengan lancar secara bermakna.

Kedua, Lingkungan kesamaan agama. Lingkungan ini merupakan unsur yang sangat menentukan pilihan teman-teman komunikasi, terutama dalam rangka mencari benteng keamanan psikis atau jiwa agama yang luwes.

Dalam hal ini umat seagama saling menunjukkan kelenturan batin dalam memahami berbagai perbedaan pandang umat seagama dengan tidak membenturkan dengan pandangan lain yang berbeda.

Ketiga, Lingkungan kesatuan nilai-nilai dasar. Dalam lingkungan kesatuan nilai-nilai dasar, komunikasi bermakna akan dapat terjadi antara pakar, ahli ataupun yang awam. Yang dimaksud kesamaan di sini adalah kesamaan keyakinan terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal, seperti kebebasan dari penindasan, demokrasi, keadilan sosial, hak-hak asasi manusia, hak-hak buruh dan orang kecil, kebebasan suara hati, berkepercayaan, beragama dan berpandangan politik, toleransi religius serta penghargaan prinsipil terhadap keyakinan hati orang lain, kebebasan berilmu pengetahuan dan berinformasi, cita-cita lingkungan hidup, penolakan terhadap bentuk-bentuk kekuasaan totaliter, rasisme dan diskriminasi, penolakan terhadap kekerasan dan terorisme serta perang sebagai sarana untuk mencapai kepentingan politik, dan sebagainya.

Selanjutnya, upaya merawat kerukunan yang telah berjalan di Indonesia memerlukan kebijakan pemerintah dan semangat jiwa umat beragama itu sendiri. Sebagai mana yang kita maklum terdapat tiga kerukunan beragama yang menjadi pengetahuan dalam kontek ke-Indonesiaan yang dikenal dengan trilogy kerukunan.

Untuk mempertegas dan memelihara konsep tersebut, pemerintah telah membuat kebijakan bersama dengan melahirkan berbagai peraturan diantaranya adalah peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri dalam Negeri No. 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama, dan pendirian rumah ibadat.

Dalam pasal 1 dinyatakan bahwa: Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Mencermati pengertian kerukunan umat beragama, tampaknya peraturan bersama di atas mengingatkan kepada bangsa Indonesia bahwa kondisi ideal kerukunan umat beragama, bukan hanya tercapainya suasana batin yang penuh toleransi antar umat beragama, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mereka bisa saling bekerjasama.

Melalui kerjasama antar umat beragama akan lahir semangat untuk hidup bersama antara seluruh komponen bangsa dalam bingkai NKRI. Maka dalam konteks ke-Indonesia-an, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang merindukan kedamaian dan kebersamaan yang di landasi oleh rasa saling asah, asih dan asuh.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat! Jangan Pernah Dekati Narkoba!

Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:19 WIB

Apakah Perceraian Menjadi Keputusan Terbaik?

Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:16 WIB

Berliku Jalan untuk Pendidikan Profesi Guru

Minggu, 31 Juli 2022 | 10:57 WIB

Peran Sastra di Era Modern

Selasa, 26 Juli 2022 | 13:34 WIB

Kenapa Burung Sering Hinggap di Atas Kabel?

Jumat, 15 Juli 2022 | 10:52 WIB

Jangan Sia-siakan Keluarga

Jumat, 15 Juli 2022 | 08:43 WIB

Generasi Menulis

Minggu, 5 Juni 2022 | 14:08 WIB

Apakah Proyek Anda Memiliki Risiko?

Rabu, 1 Juni 2022 | 15:09 WIB
X