Peran Sastra di Era Modern

- Selasa, 26 Juli 2022 | 13:34 WIB
Luhlu Zahara, Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, FITK UIN Sumatera Utara. (istimewa)
Luhlu Zahara, Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, FITK UIN Sumatera Utara. (istimewa)

 

Oleh: Luhlu Zahara, Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, FITK UIN Sumatera Utara

Sastra adalah bentuk bahasa yang disampaikan kepada orang lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata sastra adalah bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari).

Arti lainnya dari sastra adalah kesusastraan. Sastra sendiri ialah seni bahasa yang biasanya melahirkan karya yang kemudian dinamakan karya sastra.

Eksistensi sastra juga tidak terlepas dari manusia, karena sastra itu salah satu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Baik secara lisan maupun tulisan.

Karya sastra lahir dari ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide-ide semangat yang terbesit, maupun keyakinan yang akan dituai dalam bentuk tulis ataupun tulisan.

Karya sastra yang bernilai juga dari bahasa indah beralun alun, penuh dengan irama dan perumpamaan yang jika dilihat secara keseluruhannya dalam bentuk nilai-nilai estetika dan moral juga nilai-nilai konsepsi yang terdapat dalam bentuk karya sastra tersebut.

Periodisasi sastra yang ada di Indonesia juga telah berkembang dari zaman ke zaman. Yang membuktikan karya sastra itu sendiri salah satu hal penting “bermain” dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Periodisasi sastra dari beberapa tokoh seperti H.B Jassin, Usman Effendy, Sabaruddin Ahmad, Ajip Rosidi, Nugroho Notosusanto, Simorangkir Simanjuntak. dari mulai angakatan pujangga lama, angkatan balai pustaka, angkatan pujangga baru (1933-1942), Angkatan `45 (angkatan kemerdekaan), angkatan 50-an, angkatan `66, angkatan `80an, hingga angkatan reformasi hingga sekarang.

Karya sastra dapat dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan zaman pembuatan karya sastra tersebut, yakni karya sastra lama yang biasanya berisi tentang nasihat, ajaran agama, hingga ajaran moral. dan karya sastra baru itu sendiri memiliki banyak genre sesuai dengan realitas sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Contoh karya sastra baru adalah novel romantis, komik, dan lain-lain.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat! Jangan Pernah Dekati Narkoba!

Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:19 WIB

Apakah Perceraian Menjadi Keputusan Terbaik?

Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:16 WIB

Berliku Jalan untuk Pendidikan Profesi Guru

Minggu, 31 Juli 2022 | 10:57 WIB

Peran Sastra di Era Modern

Selasa, 26 Juli 2022 | 13:34 WIB

Kenapa Burung Sering Hinggap di Atas Kabel?

Jumat, 15 Juli 2022 | 10:52 WIB

Jangan Sia-siakan Keluarga

Jumat, 15 Juli 2022 | 08:43 WIB

Generasi Menulis

Minggu, 5 Juni 2022 | 14:08 WIB

Apakah Proyek Anda Memiliki Risiko?

Rabu, 1 Juni 2022 | 15:09 WIB
X